MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Suara Akar Rumput Mengungkap sejarah cerita rakyat Daerah kabupaten Murung Raya tentang
Kisah misteri Makhluk Astral Penghuni Puncak Gunung Bondang Kecamatan laung tutup kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah. Sabtu, 04/01/2024.
“Bagi masyarakat Dayak, misteri Gunung Bondang di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) Sudah tidak asing lagi dan cukup akrab terdengar. Beragam kisah menyeruak dari tokoh tokoh Dayak yang mempunyai pengalaman di gunung tersebut diatas puluhan tahun silam.
“Bagi masyarakat Dayak Murung Raya cerita sejarah dan berbagai kisah misteri Gunung Bondang dan beberapa cerita sejarah lainnya di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah tidak jarang terdengar dan cerita sejarah tersebut tentunya dapat di gali dari para tokoh Dayak yang berusia diatas 90 tahun. Dikutip dari laman akun resmi.
“Cerita sejarah Gunung Bondang menjadi satu-satunya gunung yang menjulang tinggi di Kalteng yang memiliki dua puncak tertinggi yaitu Karewa dengan ketinggian 1.410 meter di atas permukaan sungai Barito (mdpl) dan Puncak Lapak Pati mdpl.
Puncak Lapak gunung sendiri memiki beberapa anak puncak, di antaranya Uwoi Pungkung, Anak Uning dan Tintai Tamiang. Selain itu Gunung Bondang sendiri yang di jadikan ikon Kabupaten Murung Raya yang dijuluki Tana Malai Tolung Lingu, yang artinya Tanah Surga yang membuat ingin segar kembali berhembus.
“Bapak Andrian, salah satu pencinta alam sekaligus pendaki saat membagikan pengalamannya ketika akan mendaki gunung tersebut. Ia juga harus meminta izin dan menggelar ritual adat dengan tujuannya meminta izin pada makhluk astral penunggu kawasan hutan dan sekitarnya.
Selain itu para pendaki dan wisatawan lainnya yang berkunjung ke area gunung bondang juga dilarang berkata jorok, berteriak, tertawa keras, buang hajat dan tidak dianjurkan membuang sampah sembarangan, dan mengambil sesuatu dari sekitar lokasi tersebut tanpa permisi.
“Para pendaki tidak boleh berkata negatif, kalau itu dilakukan maka akan terjadi kesurupan bahkan tiba tiba mendadak sakit,” ujar Andrian. 02-09-2015 Di beberapa tahun belakangan
Dan menurut cerita para pendahulu bagi siapapun yang mendaki gunung akan lupa pulang karena rasa ingin lebih lama lagi berada diatas gunung yang seolah memiliki magnet hingga tidak kepikiran untuk pulang, dan adapun yang sempat pulang tetapi tidak berselang lama ia akan kembali lagi karena merasakan rindu yang tidak bisa terbendung lagi ingin secepatnya mendaki keatas gunung yang memiliki magnet bulu perindu,
*Dan tidak sedikit para tokoh Dayak Murung Raya menyampaikan bahwa diatas gunung tersebut berserakan tulang belulang hewan dari jenis apapun, karena menurut sejarah konon katanya di masa silam setiap binatang dan manusia yang mendaki keatas gunung tersebut merasa kerinduan yang juga dalam bahasa Dayak Kalimantan kerindangan hingga enggan untuk pulang dan tanpa mereka sadari mati akibat kedinginan dan kelaparan warga murung Raya merasakan kejadian seperti itu tidak ada yang aneh karena warga setempat sudah banyak yang mengerti dari apa yang sudah disampaikan oleh para tokoh Dayak murung raya kalau di puncak gunung tersebut ada magnet yang di sebut dengan buluh perindu,” demikian cerita apabila terdapat kekurangan maka kami mohon maaf dan di ma’lum itulah keterbatasan kami,”pungkasnya pada awak media. [Longking]

