Rumiadi : Karhutla Murung Raya Ditangani Terpadu Satu Komando, Anggaran Bersumber Dari APBD

Kegiatan pemerintah

DESA MEMBANGUN6899 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Di tengah ancaman kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Murung Raya terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui pola penanganan terpadu satu komando. Kamis, 10/09/2026.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan sekaligus melindungi keselamatan masyarakat di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.

“Penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu satu komando yang melibatkan berbagai instansi dan dikoordinasikan oleh tim gabungan BPBD, TNI, dan Polri,” jelas Rumiadi.

Operasional Ditopang APBD
Rumiadi juga menegaskan bahwa operasional penanganan Karhutla di Kabupaten Murung Raya saat ini masih ditopang oleh anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Murung Raya.

“Sampai saat ini kita belum mendapatkan bantuan anggaran dari pusat maupun provinsi. Hal tersebut tentu dapat kita pahami, karena saat ini hampir di setiap provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia menghadapi dampak Karhutla yang dipicu oleh kemarau panjang,” ungkapnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah daerah bersama unsur terkait tetap berupaya memastikan kebutuhan logistik, personel, serta peralatan di lapangan dapat tersedia sehingga penanganan Karhutla tetap berjalan secara optimal.

Tetap Siaga di Tengah Keterbatasan
Rumiadi mengapresiasi kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi Karhutla. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi upaya perlindungan terhadap masyarakat.

“Namun, tentunya kita tetap bersyukur karena kita berada dalam kondisi siaga bencana. Meskipun dengan segala keterbatasan anggaran, kita yakin penanganan tetap dapat berjalan secara maksimal sesuai kemampuan dan mencapai target yang diharapkan,” pungkasnya.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Rumiadi berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam mencegah dan menangani Karhutla.

“Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan komando terpadu dan semangat gotong royong, kita optimistis mampu menjaga Murung Raya tetap aman dari ancaman bencana asap,” tegas Rumiadi.

Upaya tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan sumber daya bukan menjadi penghalang untuk tetap memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat.

Dengan koordinasi yang kuat, kesiapsiagaan, dan partisipasi seluruh elemen, penanganan Karhutla di Murung Raya diharapkan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *