H. Rejikinoor: Kembalikan Kejernihan Sungai Barito, Warisan Berharga Untuk Generasi Mendatang

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rejikinoor, S.Sos., mengenang kejernihan Sungai Barito pada era 1980-an yang kala itu masih memantulkan langit tanpa noda. Minggu, 19/04/2026.

“Dulu sungainya jernih, panorama alam begitu indah, belum tercemar oleh aktivitas perusahaan maupun masyarakat,” ujarnya kepada awak Media Suara Akar Rumput.

Menurutnya, kenangan tersebut bukan sekadar nostalgia, melainkan panggilan untuk bertindak. Ia menegaskan bahwa manusia tidak mewarisi bumi dari leluhur, tetapi meminjamnya dari generasi mendatang.

Bagi masyarakat Bumi Tana Malai Tolung Lingu, Sungai Barito merupakan nadi kehidupan—sumber ekonomi, jalur transportasi, sekaligus ruang budaya.

Ketika kualitas air menurun, dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada keberlangsungan hidup masyarakat.
Karena itu, menjaga sungai berarti menjaga martabat daerah.

Ia menekankan pentingnya dedikasi dan loyalitas terhadap kepentingan publik sebagai dasar dalam setiap kebijakan. Prinsipnya jelas: mengukur dampak sebelum bertindak, memulihkan yang telah rusak, dan mencegah kerusakan sejak dini.

H. Rejikinoor juga menyerukan kolaborasi semua pihak. Dunia usaha diminta menjalankan praktik ramah lingkungan, mengelola limbah secara disiplin, serta melaksanakan reklamasi secara bertanggung jawab.

Masyarakat diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai. Sementara itu, pemerintah daerah perlu memperkuat pengawasan, menindak tegas pelanggaran, serta meningkatkan edukasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa kebersamaan, upaya restorasi hanya akan menjadi wacana,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemulihan Sungai Barito bukan sekadar upaya menghidupkan kembali masa lalu, melainkan investasi jangka panjang bagi peradaban.

Sungai yang bersih akan mendukung kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, pariwisata, serta pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Langkah konkret pun telah digariskan, seperti pemetaan titik rawan pencemaran, patroli sungai lintas sektor, pemberian insentif bagi desa yang menjaga kebersihan, serta publikasi capaian secara berkala.

“Dari kejernihan Barito di masa lalu, kita belajar bahwa keberlanjutan lahir dari konsistensi. Dengan dedikasi dan kerja sama semua pihak, kita optimistis Sungai Barito dapat kembali jernih dan menjadi kebanggaan bersama lintas generasi,” pungkasnya. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *