Murung Raya Raih Tiga Penghargaan Rakorda Stunting 2026, Perkuat Konvergensi Percepatan SDM Unggul

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Pemerintah Kabupaten Murung Raya kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi dengan meraih tiga penghargaan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Stunting Tahun 2026 yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Jum’at, 01/05/2026.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Murung Raya, Heriyus M. Yoseph, didampingi Wakil Bupati Rahmanto Muhidin dan Ketua TP-PKK Kabupaten Murung Raya, Ny. Wanirta Heriyus.

Adapun tiga penghargaan yang diraih meliputi Juara Harapan I Penilaian Kinerja Stunting, Pengakuan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Berkualitas, serta Apresiasi Penyelenggaraan Pekan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang telah menjangkau seluruh kecamatan.

Rakorda Stunting tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga forum strategis untuk mengevaluasi capaian serta memperkuat konsolidasi program percepatan penurunan stunting di daerah.

Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulidah, menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan isu lintas sektor yang berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah.

“Stunting tidak bisa ditangani secara parsial. Ini menyangkut masa depan daerah, sehingga membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujarnya.

Ia mengapresiasi capaian yang diraih Pemerintah Kabupaten Murung Raya, namun mengingatkan agar penghargaan tersebut tidak membuat semua pihak berpuas diri.

“Penghargaan ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Tantangan penurunan stunting masih nyata dan membutuhkan komitmen berkelanjutan,” tegasnya.

Strategi penanganan stunting di Murung Raya difokuskan pada pendekatan siklus hidup, dengan penekanan utama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai fase krusial pencegahan stunting.

Selain itu, intervensi juga menyasar kelompok rentan lainnya. Program Sidaya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, sementara ibu hamil, ibu menyusui, dan balita mendapatkan intervensi gizi secara komprehensif di seluruh kecamatan.

Melalui Pekan GENTING, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan orang tua asuh dari berbagai unsur, termasuk pemerintah, dunia usaha, tokoh adat, dan tokoh agama, dalam mendampingi keluarga berisiko stunting.

Dina menekankan bahwa keberhasilan program harus diukur dari dampak nyata di lapangan, bukan sekadar capaian administratif.

“Keberhasilan tidak hanya dilihat dari laporan, tetapi dari perubahan nyata pada masyarakat. Anak-anak harus tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing, dimulai dari keluarga yang kuat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya penguatan data yang akurat, pemantauan berkala hingga tingkat desa, serta akuntabilitas dalam penggunaan anggaran.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya menargetkan penurunan prevalensi stunting secara signifikan pada periode 2026–2027 melalui penguatan intervensi spesifik dan sensitif, peningkatan kapasitas kader, serta inovasi pembiayaan berbasis hasil. [Longking]

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *