BENGKULU SELATAN / SEMAKU.net – Pemkab BS melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-P3A) BS bersama Wahana Visi Indonesia. Terus berupaya untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak-anak sebagai generasi penerus di Kabupaten BS dan masa depan negeri.
Salah satunya yakni dengan melaksanakan kegiatan Lokakarya Analisis Sistem Perlindungan Anak Kabupaten BS. Hal tersebut dilakukan juga demi mewujudkan daerah BS menjadi Kabupaten Layak Anak. Senin, 22/05/2023.
Asisten I Setiap BS Isran Kasiri, S.IP, M.Si menyampaikan, untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kerja sama semua stakeholder. Termasuk dalam mempersiapkan anggaran dan program yang mendukung upaya- upaya tersebut. Salah satunya bagaimana unit pelayanan terpadu perlindungan anak disupport dan pelayanannya berjalan dengan baik.
“Yang terpenting itu kekompakan semua pihak untuk mewujudkan Bengkulu Selatan menjadi Kabupaten Layak Anak,” sebut Isran.
Asisten I menerangkan, merujuk kepada UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor : 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak. Pada pasal 1 bahwa anak adalah seorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.
Sementara, untuk perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal. Namun, sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Serta mendapat perlindungan, kekerasan dan diskriminasi.
“Intinya, sudah kewajiban kita untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak yang merupakan generasi masa depan,” terang Asisten I.
Isran menambahkan, sementara untuk upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah saat ini dalam upaya perlindungan anak antara lain mendukung Kabupaten BS menuju Kabupaten layak anak. untuk itu penting sekali gugus tugas yang sudah dibentuk lebih progressive dalam menjalankan kluster-kluster gugus tugas. Juga termasuk upaya dalam perlindungan kesehatan melalui upaya penurunan angka stunting dan kematian anak dan bayi melalui konvergensi.
“Melalui Workshop Analisis Sistem Perlindungan Anak ini, kami harap bisa membangun kesepahaman dan kesepakatan melalui rencana aksi daerah untuk menghadirkan layanan perlindungan anak,” tutupnya. [adv]
Pemerintah Daerah BS Tingkatkan Perlindungan Anak Demi Masa Depan Anak Yang Baik

