Menurut Wakil DAD Kecamatan Tanah Siang Selatan, Pembacaan Narasi Dan Pemotongan Hompong Sudah Menjadi Budaya

tradisi yang sudah melekat pada masyarakat kab. mura

OTONOMI DAERAH83 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Kepala desa, Puruk kambang, Rudi Hartono, mengharapkan Ketika mengikuti sebuah perlombaan, kontingen isen mulang, seorang individu bukan hanya datang dengan keyakinan bahwa ia memiliki kompetensi teknis dari apa yang dilombakan.Menyertai hal ini, pasti ada harapan bahwa ia bisa meraih tempat terhormat. Kamis, 23/05/2024.

Menurut Rudi Hartono,
Kalah ataupun menang bukan masalah karena dalam satu pertandingan pada ada yang kalah, dan juga ada pemenangnya di setiap perlombaan,
Asalkan saja bermain sesuai juknisnya,

Keinginan untuk menang,merupakan salah satu faktor pemicu adrenalin untuk mengerahkan segenap tenaga dan daya untuk menang. Kalau ini sudah dilakukan dan kenyataan akhirnya adalah kalah, sangat normal bila ada rasa sedih, kesal dan kecewa.

Maka oleh Karena itu setiap peserta yang hadir dari masing-masing, Kabupaten kota,
Menampilkan adat tradisi dan budaya, sesuai tema festival budaya tradisional isenmulang,
Seperti hompong dan pembacaan narasi yang wajib di baca oleh pihak dewan juri.

“Sedikitnya ada hal yang harus Lebih penting untuk ditingkatkan lagi apabila di tahun depan diadakannya acara yang serupa, yaitu kami dan semua peserta lomba dari tingkat kabupaten Murung raya mengharapkan dengan sepenuh harapan agar adat dan budaya yang sudah melekat seperti memotong hompong dan pembacaan narasi, bisa di laksanakan pada acara tersebut karena itu sudah menjadi adat tradisi dari masing masing daerah kabupaten yang hadir, kalah ataupun menang hal yang lumrah dialami oleh setiap peserta lomba,” tutupnya, Rudi Hartono. [Longking] 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *