Ada Apa Di TK Negeri 12 Jumlah Murid Sebanyak 60 Orang, Namun Kepala Sekolah Akui Terima BOP 12 Juta

Dugaan korupsi

BENGKULU SELATAN / SEMAKU.net – Pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbud kucurkan dana biaya operasional paud (BOP) keseluruh paud yang ada dinegara ini, hal itu bertujuan untuk menunjang kelancaran dalam proses belajar mengajar khususnya di ruang lingkup usia dini PAUD.

BOP di salurkan sesuai regulasi yang ada, yang mana setiap PAUD akan menerima BOP sesuai jumlah murid yang ada, ketentuan ini jelas dalam juknak juknis penghitungan dana BOP yang mana sekolah akan menerima 600rb/tahun/siswa.

Akan tetapi sesuai penelusuran media ini, seperti yang terjadi di TK negeri 12 yang berada di desa kota agung kecamatan Seginim, disana di temukan jumlah siswa sebanyak 60 orang namun kepala sekolah yang bersangkutan mengakui bahwa mereka menerima dana BOP 12jt rupiah.

Sesuai pengakuan kepala TK negeri 12, timbulkan banyak pertanyaan, sebab sesuai dengan regulasi yang ada, BOP tersebut di turunkan sesuai dengan banyaknya murid yang mana per siswa dihitung 600rd/siswa/tahun.

Disamping itu juga saat awak media ini lakukan investigasi serta konfirmasi di lapangan, kepala TK negeri 12 mendadak menyodorkan HP pribadinya terhadap wartawan untuk ngobrol sebentar, namun hingga berita ini di terbitkan belum diketahui apa motif penelepon misterius tersebut, yang jelas dirinya mengaku dari kementerian, terang Tono.

Tono juga menambahkan bahwa apa yang di lakukan oleh kepala sekolah TK negeri 12 Bengkulu Selatan patut diduga realisasi BOP di TK negeri 12, tidak sesuai dengan anggaran yang telah di tentukan sesuai juknak juknis yang ada yang mana 600/tahun/siswa.

Dengan adanya kejadian ini kita akan terus menggali dan mengumpulkan data data terkait realisasi BOP di kabupaten Bengkulu Selatan, sebab dengan adanya kondisi BOP di TK negeri 12 Bengkulu Selatan patut dicurigai terjadi korupsi berjamaah atas realisasi BOP serta penentuan penerima BOP tersebut diduga adanya fiktif.

Sehubungan dengan adanya oknum dari kementerian yang mencoba intimidasi awak media, Tono dengan tegas menyatakan akan terus mencari informasi apa sebenarnya keterkaitan oknum tersebut dengan BOP di kabupaten Bengkulu Selatan, imbuh Tono. [Dya]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *