MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Pemerintah Kabupaten Murung Raya menggelar panen bersama padi gogo di Desa Karali, Kecamatan Tanah Siang. Senin, 13/04/2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari uji varietas padi gogo Tahun Anggaran 2025 hasil kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Murung Raya dengan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB).
Skema kerja sama dirancang secara terstruktur dan terukur guna menghasilkan data agronomi yang valid sebagai dasar pengambilan kebijakan pangan daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanik) Kabupaten Murung Raya, Sri Karyawati, menjelaskan bahwa uji varietas dilakukan bersama tiga kelompok tani di tiga kecamatan.
“Kegiatan ini melibatkan Kelompok Tani Bina Usaha di Kecamatan Murung, Kelompok Tani Danta Bandu di Desa Karali, Kecamatan Tanah Siang, serta Kelompok Tani Kojeri Sama di Kecamatan Tanah Siang Selatan,” ujarnya.
Selain pendampingan teknis budidaya, tim juga melakukan penilaian terhadap pertumbuhan berbagai varietas padi guna menemukan jenis yang adaptif terhadap hama, penyakit, serta perubahan iklim.
“Harapannya, dari hasil uji coba ini dapat diperoleh varietas padi gogo yang layak didaftarkan ke Kementerian Pertanian sebagai varietas unggul lokal khas Murung Raya,” jelasnya.
Bupati Murung Raya, Heriyus, mengapresiasi kemitraan dengan IPB, termasuk kontribusi empat mahasiswa yang melakukan penelitian langsung di Desa Karali. Ia menegaskan bahwa langkah ini selaras dengan agenda strategis nasional menuju swasembada pangan.
“Selama ini, pola tanam padi gogo di Murung Raya umumnya hanya satu kali dalam setahun. Ke depan, kita berupaya meningkatkannya menjadi dua kali, bahkan hingga tiga kali setahun seperti sistem tanam di sawah.
Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi pembukaan lahan baru dan praktik pembakaran,” tegasnya.
Heriyus juga menyoroti besarnya potensi lahan di Murung Raya yang subur dan mampu mendukung pertumbuhan tanaman. Namun, ia menilai pemanfaatannya belum optimal.
“Kita memiliki lahan yang luas dan subur, tetapi masih banyak masyarakat yang memilih membeli sayuran dari luar daerah. Kebiasaan ini perlu diubah dengan memanfaatkan lahan pekarangan maupun lahan tidur,” ujarnya.
Selain pengembangan padi gogo, Bupati juga mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok tani untuk mengembangkan sektor lain seperti kakao, peternakan, dan hortikultura, dengan dukungan legalitas yang jelas.
“Kelompok tani saat ini perlu memiliki akta notaris, karena penyaluran anggaran harus didukung oleh payung hukum yang sah,” tambahnya.
Melalui uji varietas yang terukur dan pendampingan akademik, Pemerintah Kabupaten Murung Raya menargetkan dapat memiliki varietas unggul lokal yang resmi terdaftar di Kementerian Pertanian pada tahun 2027.
“Dengan adanya varietas unggul sendiri, penggunaan benih akan lebih seragam dan mampu menjamin stabilitas pasokan beras di wilayah Murung Raya,” pungkasnya.
Capaian ini diharapkan dapat memperkuat kedaulatan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa di Bumi Tana Malai Tolung Lingu. [Longking]
Panen Padi Gogo di Karali, Murung Raya Targetkan Varietas Unggul Lokal 2027
Kegiatan pemerintah

