Panen Padi Gogo di Karali, Murung Raya Targetkan Varietas Unggul Lokal 2027

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Pemerintah Kabupaten Murung Raya menggelar panen bersama padi gogo di Desa Karali, Kecamatan Tanah Siang. Senin, 13/04/2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari uji varietas padi gogo Tahun Anggaran 2025 hasil kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Murung Raya dengan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kerja sama ini dirancang secara terstruktur untuk menghasilkan data agronomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pangan daerah yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanik) Kabupaten Murung Raya, Sri Karyawati, menjelaskan bahwa uji varietas melibatkan tiga kelompok tani di tiga kecamatan.

“Kegiatan ini melibatkan Kelompok Tani Bina Usaha di Kecamatan Murung, Kelompok Tani Danta Bandu di Desa Karali Kecamatan Tanah Siang, serta Kelompok Tani Kojeri Sama di Kecamatan Tanah Siang Selatan,” ujarnya

Selain pendampingan teknis budidaya, tim juga melakukan penilaian terhadap pertumbuhan berbagai varietas untuk menemukan jenis padi gogo yang adaptif terhadap hama, penyakit, serta perubahan iklim.

“Dari hasil uji coba ini diharapkan dapat diperoleh varietas padi gogo yang layak didaftarkan ke Kementerian Pertanian sebagai varietas unggul lokal khas Murung Raya,” jelasnya.

Bupati Murung Raya, Heriyus, mengapresiasi kolaborasi dengan IPB, termasuk keterlibatan empat mahasiswa yang melakukan penelitian langsung di Desa Karali. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan agenda strategis nasional dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

“Selama ini pola tanam padi gogo di Murung Raya umumnya hanya sekali dalam setahun. Ke depan, kita berupaya meningkatkannya menjadi dua kali, bahkan hingga tiga kali tanam dalam setahun, seperti pada sistem persawahan. Hal ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi pembukaan lahan baru dan praktik pembakaran,” tegasnya.

Ia juga mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan dan kebun, serta penguatan kelembagaan kelompok tani. “Saat ini kelompok tani perlu memiliki akta notaris sebagai dasar hukum dalam proses penyaluran anggaran,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Liangsoi. Ia menilai kehadiran pemerintah daerah dalam pembinaan kelompok tani menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemandirian petani.

“Pendampingan berkelanjutan, mulai dari penerapan teknologi budidaya, penguatan kelembagaan, hingga akses permodalan, sangat menentukan keberhasilan sektor pertanian. Kolaborasi dengan IPB ini juga patut menjadi contoh untuk pengembangan komoditas lain seperti kakao, peternakan, dan hortikultura,” ujarnya.

Melalui uji varietas yang terukur, pendampingan akademik, serta dukungan pemerintah dan legislatif, Murung Raya menargetkan memiliki varietas unggul lokal yang terdaftar di Kementerian Pertanian pada 2027.

“Kita menargetkan pada 2027 sudah memiliki varietas unggul sendiri. Dengan demikian, penggunaan benih menjadi lebih seragam dan mampu menjamin stabilitas pasokan beras di Murung Raya,” pungkas Bupati Heriyus.

Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kedaulatan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa di Bumi Tana Malai Tolung Lingu. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *