MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Data Valid Jadi Benteng Anti Sengketa
Langkah jemput bola dimulai dari kantor desa. Tim Kantor Pertanahan Kabupaten Murung Raya bersama jajaran tenaga pendukung lapangan tiba di Desa Muara Untu dan disambut langsung oleh kepala desa. Senin, 20/04/2026.
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan dirancang sebagai titik temu antara program pertanahan dan kebijakan pemerintah desa, agar setiap langkah teknis berjalan selaras sejak perencanaan awal.
Di ruang sederhana itu, tim teknis langsung bergerak. Mereka memetakan kebutuhan lapangan, mengidentifikasi titik rawan, sekaligus menggelar sosialisasi awal mengenai skema program pertanahan yang akan dijalankan.
“Kami ingin memastikan komunikasi antara petugas lapangan, pemerintah desa, dan masyarakat berjalan lancar sejak awal, sehingga kegiatan pertanahan dapat terlaksana tanpa kendala,” ujar perwakilan tim Kantah Murung Raya.
Pendekatan proaktif ini menutup ruang kesalahpahaman dan membuka jalan bagi pemahaman yang sama—apa yang diukur, mengapa dicatat, dan bagaimana manfaatnya kembali kepada masyarakat.
Sambutan positif datang dari pemerintah desa. Kepala Desa Muara Untu menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang menyentuh langsung masyarakat. Menurutnya, kehadiran tim teknis di desa membuat proses administrasi dan pelaksanaan pertanahan menjadi lebih jelas.
Warga tidak lagi sekadar menerka, melainkan memahami. Di sinilah komitmen pelayanan publik bertemu dengan prinsip keadilan: setiap bidang tanah didata secara benar, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan, tanpa ada yang terlewat.
Hasil yang diharapkan bukan hanya peta yang tersusun rapi, tetapi juga akurasi data yang valid sebagai benteng awal dalam mencegah sengketa di masa mendatang. Koordinasi yang intensif ini mencerminkan kehadiran pemerintah hingga ke pelosok, dengan proses yang transparan dan perlakuan yang adil.
Ketika data akurat, kebijakan menjadi tepat. Ketika kebijakan tepat, pembangunan dapat berjalan dengan pasti dan berkelanjutan.
Ke depan, sinergi ini akan terus dijaga.
Petugas pertanahan menuntaskan pekerjaan di lapangan, pemerintah desa mengawal arah kebijakan, dan masyarakat turut berpartisipasi aktif.
Sebab, kepastian hukum atas tanah merupakan fondasi bagi setiap pembangunan—baik jembatan, jalan, maupun rumah yang akan berdiri. Fondasi yang kuat lahir dari administrasi yang tertib, pelayanan yang cepat, serta komitmen bersama yang dijaga dengan integritas. [Longking]
Kantah Murung Raya Jemput Bola ke Muara Untu: Sinergi Pertanahan Dimulai dari Desa,
Kegiatan pemerintah

