MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Pemerintah Kabupaten Murung Raya menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (Tepra) Tahun 2026 di Aula Bapperida Murung Raya. Jum’at, 08/05/2026.
Kegiatan tersebut dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Murung Raya, Drs. Sarwo Mintarjo, mewakili Bupati Murung Raya, Heriyus.
Rakor Tepra dilaksanakan untuk mengevaluasi capaian realisasi anggaran triwulan I sekaligus mendorong percepatan pelaksanaan program pembangunan daerah agar berjalan efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.
Dalam arahannya, Sarwo Mintarjo menegaskan bahwa Tepra memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh program pembangunan terlaksana sesuai perencanaan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pada triwulan I ini, realisasi penyerapan maupun pendapatan anggaran Kabupaten Murung Raya masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi kecepatan maupun kualitas pelaksanaan,” ujarnya.
Ia meminta seluruh kepala perangkat daerah mempercepat pelaksanaan kegiatan, khususnya proses pengadaan barang dan jasa, agar tidak terjadi penumpukan pekerjaan pada akhir tahun anggaran.
Selain itu, Sarwo juga menekankan pentingnya penguatan perencanaan, pengendalian kegiatan, serta koordinasi antarperangkat daerah guna meminimalkan hambatan administratif maupun teknis di lapangan.
“Jika akselerasi serapan tidak segera dilakukan, realisasi akan menumpuk di akhir tahun dan berpotensi menurunkan kualitas pembangunan,” tegasnya.
Ia turut mendorong penerapan manajemen risiko yang proaktif serta pelaporan berbasis data sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih presisi dan terukur.
Berdasarkan hasil monitoring hingga 7 Mei 2026, realisasi keuangan Kabupaten Murung Raya tercatat sebesar Rp373,7 miliar dari total pagu Rp1,7 triliun atau mencapai 21,96 persen.
Sementara realisasi pendapatan daerah per 31 Maret 2026 mencapai Rp313,7 miliar dari target Rp1,47 triliun atau sebesar 21,30 persen.
Adapun capaian realisasi tertinggi diraih Dinas Ketahanan Pangan sebesar 40,79 persen, disusul Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata sebesar 38,91 persen, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sebesar 37,79 persen.
Sementara itu, realisasi terendah tercatat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebesar 3,67 persen, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sebesar 8,36 persen, serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkimtan) sebesar 12,28 persen.
Dalam rapat tersebut juga disampaikan sejumlah kendala yang dihadapi pada triwulan I, di antaranya proses pengadaan yang masih berada pada tahap perencanaan, keterlambatan administrasi, penyesuaian regulasi teknis, serta perlunya penguatan koordinasi antar-OPD.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Setda Murung Raya K. Zen Wahyu Priyatna, Kepala Bapperida Rizal Samad, para kepala OPD, camat, serta tamu undangan lainnya.
Pemerintah Kabupaten Murung Raya optimistis melalui perbaikan tata kelola pemerintahan dan penguatan kolaborasi lintas sektor, realisasi serapan anggaran dapat meningkat signifikan guna mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Reporter: Suara Akar Rumput
Narasumber: Pemerintah Kabupaten Murung Raya
Pemkab Murung Raya Gelar Rakor Tepra 2026, Pj Sekda Sarwo Mintarjo Dorong Akselerasi Serapan Anggaran dan Kualitas Pembangunan
Kegiatan pemerintah

