Pemkab Murung Raya Gelar Diskusi Publik Kajian Risiko Bencana 2026–2030 Untuk Perkuat Ketangguhan Daerah

Kegiatan pemerintah

Berita6142 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya menggelar Diskusi Publik Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Murung Raya Tahun 2026–2030 di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Puruk Cahu, Kamis, 04/06/2026.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam penyusunan dokumen Kajian Risiko Bencana yang akan menjadi acuan perencanaan pembangunan daerah dan penanggulangan bencana selama lima tahun ke depan.

Forum tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan dokumen yang disusun mampu menggambarkan kondisi dan potensi risiko bencana di Kabupaten Murung Raya secara komprehensif.

Diskusi publik dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pihak yang memiliki peran dalam upaya pengurangan risiko bencana. Melalui forum ini, peserta memberikan masukan, data, dan informasi lapangan yang diperlukan untuk memperkuat kualitas kajian.

Beragam potensi ancaman bencana yang berisiko terjadi di wilayah Murung Raya menjadi fokus pembahasan, di antaranya banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga bencana nonalam.

Seluruh potensi tersebut dianalisis untuk memetakan tingkat risiko secara lebih akurat sehingga langkah mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan darurat dapat dirancang secara efektif dan terukur.

Pemkab Murung Raya menegaskan bahwa Kajian Risiko Bencana Tahun 2026–2030 merupakan instrumen penting dalam mendukung pembangunan daerah yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, program prioritas, serta pengalokasian sumber daya untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana di seluruh wilayah kabupaten.

Selain itu, dokumen tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antarinstansi dan pemangku kepentingan dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih responsif dan adaptif terhadap berbagai perubahan kondisi lingkungan maupun tantangan pembangunan.

Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Murung Raya diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Perencanaan yang berbasis data, didukung partisipasi publik yang luas, menjadi fondasi penting dalam mewujudkan daerah yang tangguh, aman, dan berdaya tahan terhadap risiko bencana. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *