Karhutla Tumbang Masao Semakin Kritis, Api Berjarak 800 Meter Dari Permukiman Warga

Kegiatan pemerintah

UTAMA5248 Dilihat

MURUNG RAYA  / SEMAKU.net – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Tumbang Masao, Kecamatan Sumber Barito, Kabupaten Murung Raya, semakin mengkhawatirkan. Rabu, 02/09/2026.

Titik api dilaporkan kini berjarak sekitar 800 meter dari permukiman warga dan masih berpotensi merambat akibat kondisi kemarau.

Dalam situasi tersebut, Camat Sumber Barito Asmarawati, S.Pd., M.Pd., turun langsung memimpin tim gabungan di lapangan bersama unsur TNI-Polri, pemerintah desa, serta masyarakat untuk mengantisipasi agar kobaran api tidak mendekati permukiman.

Tim gabungan melibatkan Babinsa Koramil setempat dan Bhabinkamtibmas Polsek Sumber Barito, yang berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tumbang Masao di bawah kepemimpinan Kepala Desa Salim Ismail, S.I.P., serta masyarakat setempat.

API SEMPAT PADAM, KEMBALI MUNCUL DAN MEMBESAR

Kepala Desa Tumbang Masao, Salim Ismail, menyampaikan bahwa kebakaran sebelumnya terjadi di kawasan hutan dan kebun warga di sekitar Bukit Perbatasan KM 1 dan KM 2, dengan jarak kurang lebih satu kilometer dari desa.

Kobaran api sempat berhasil dipadamkan oleh warga. Namun, pada 2 September 2026 sekitar pukul 19.30 WIB, titik api kembali muncul dan kemudian membesar.

Menurut Salim, kondisi tersebut membuat warga meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta seluruh ketua RT untuk mengaktifkan kesiapsiagaan masyarakat dan menyampaikan informasi melalui pengeras suara di musala maupun masjid.

“Warga panik. Saya perintahkan Ketua RT 1 sampai RT 9 untuk siaga dan mengumumkan melalui pengeras suara musala serta masjid. Kami langsung bergerak gotong royong bersama tokoh masyarakat,” ujar Salim.

AKSES SULIT, WARGA DAN TIM GABUNGAN BERTAHAN DI GARIS DEPAN

Upaya penanganan karhutla di wilayah tersebut menghadapi kendala akses. Kondisi geografis Kecamatan Sumber Barito yang relatif sulit dijangkau, ditambah surutnya debit sungai akibat kemarau panjang, menjadi tantangan tersendiri bagi mobilisasi bantuan dari luar wilayah.

Salim menjelaskan, akses menuju wilayah tersebut cukup terbatas karena tidak tersedia jalur darat yang memadai, sementara jalur sungai mengalami penyurutan.

“Kecamatan Sumber Barito tidak mudah dijangkau tim BPBD dari kabupaten. Jalur darat tidak ada, jalur sungai juga surut karena kemarau panjang,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, TNI-Polri, pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat terus melakukan upaya pencegahan dengan membuat sekat secara manual di sekitar garis perambatan api.

Warga menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di lapangan, seperti kayu, cangkul, dan karung basah, untuk memperlambat laju api dan mencegah kobaran menjangkau kawasan permukiman.

WARGA DIMINTA TETAP WASPADA

Dengan jarak titik api yang semakin mendekati permukiman, masyarakat Desa Tumbang Masao diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Kondisi karhutla hingga pembaruan berita ini masih dinamis. Upaya pemadaman dan pembuatan sekat darurat terus dilakukan untuk mengendalikan perambatan api. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru