Potong Pohon Durian Hingga Merenggut Nyawa

UTAMA176 Dilihat

BENGKULU SELATAN/ SEMAKU.net- Warga Desa Padang Lebar kec. Pino saat ini sedang berduka. Pasalnya salah satu warga setempat ditemukan tewas setelah jatuh dari pohon durian.Rabu /20/10/2021.

Adapun korban tersebut yakni Barul (63). Korban tewas karena memotong dahan pohon durian di kebun durian milik Suparman (54) warga Desa Air Umban, Ulu Manna yang letaknya di Desa Ulak Lebar, Pino.

Kejadian yang merenggut nyawa korban tersebut, Rabu (20/10) sekitat pukul 10:00 wib.
Maratanding Harahap (51) warga Desa Merampung, Ulu Manna yang merupakan rekan kerja korban menuturkan, sebelumnya sekitar pukul 09:00 wib, dirinya bersama korban pergi ke lokasi kebun untuk melihat pohon durian yang akan di tebang. Hanya saja, saat itu korban sudah duluan berangkat ke lokasi. Sehingga Maratanding dan Suparman menyusul ke lokasi. Setibanya di lokasi, korban langsung memanjat pohon durian untuk memotong Ranting / cangkah pohon durian tersebut. Sesampainya di atas pohon, korban langsung memotong Ranting / cangkah. Saat dahan atau cangkah atau ranting pohon durian jatuh, korban pun ikut terjatuh dari atas pohon. Melihat korban terjatuh, Maratanding dan Suparman kaget dan langsung ke lokasi korban terjatuh untuk mengangkat tubuh korban.

Setelah itu, Suparman langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polisi. Hanya saja belum sempat dibawa ke rumah sakit, korban sudah nenghembuskan napasnya yang terakhir.

” Korban meninggal karena jatuh dari pohon durian saat memotong ranting atau cangkah atau dahannya,” ujar Maratanding.
Kapolres BS, AKBP Juda Trisno Tampubolon SH SIK MH melalui Kapolsek Pino, Iptu Saryono SH membenarkan adanya peristiwa warga yang tewas akibat jatuh dari pohon durian di wilayah kerjanya.

Dikatakan setelah terjatuh, korban dibawa ke Rumah sakit umum untuk dilakukan otopsi. Hanya saja pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Setelah dilalukan visum, lalu jenasah korban dibawa pulang untuk disemayamkan di rumah duka dan kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

” Pihak keluarga korban sudah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah, semoga peristiwa ini dapat menjadi perhatian kita semua agar ke depan dapat lebih berhati. [dya]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *