Ajakan DLHK Pada Masyarakat Agar Menjaga Kelestarian Alam Lingkungan

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
Kabupaten Murung Raya, Donal, Mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Agar terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kebersihan serta Memelihara kelestarian Alam wilayah lingkungan hutan,
Puruk cahu, Kabupaten Murung Raya, provinsi Kalimantan tengah. Rabu, 07/05/2025.

“lingkungan Hutan memiliki manfaat yang baik bagi kehidupan makhluk hidup, hutan sebagai pemberi oksigen dan juga penyerap karbon dioksida hutan juga sudah memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup manusia, dan juga lingkungan. Namun saat ini, sudah tidak dipungkiri lagi, kerusakan hutan menjadi suatu permasalahan yang sangat memprihatinkan, bagaimana tidak, hutan saat ini sudah banyak yang beralih fungsi sehingga akan mengancam kelangsungan manusia dan juga lingkungan.” Pungkas Donal. 

Sebagaimana kita ketahui bahwa ada berapa Banyak hutan yang kini sudah menjadi hutan gundul yang diakibatkan ulah manusia, Contoh dengan melakukan penebangan liar dan juga alih fungsi lahan, tanpa disadari hal ini akan menjadi sumber bencana bagi kehidupan. Bukan hanya manusia saja yang terancam, namun juga ekosistem makhluk hidup lain akan terancam punah. 

Hal tersebut menurut kadis Dlh mura, karena Hutan merupakan ekosistem kompleks yang berpengaruh pada hampir setiap spesies yang ada di bumi.

Faktanya Saat ini Kerusakan hutan atau deforestasi terjadi hampir di seluruh dunia, termasuk di wilayah kabupaten Murung Raya, yang kita cintai bersama ini, dimana kerusakan tersebut sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, yang tidak terkecuali orang dalam daerah dan juga yang dari luar daerah. 

Semakin tahun. Hal ini tentu akan semakin mengancam kehidupan manusia, Pemicu kegiatan deforestasi hutan adalah kegiatan industri, terutama industri kayu. Batu bara tambang emas dan juga Faktor lainnya, karena adanya alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan atau bisa juga dijadikan sebagai lahan pemukiman bagi warga.

Tentu hal ini harus bisa di atasi sebab setiap harinya semakin banyak hutan yang gundul dan hal ini tentu akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan terutama akan menjadi sumber bencana alam yang besar. Seperti Erosi tanah longsor, bencana banjir dal lainnya. 

Yang di duga dari Dampak Akibat Kerusakan hutan hingga Menurunkan Kualitas Oksigen. 
Dan menurut Kadis DLH Mura, Hutan merupakan produsen terbesar yang menghasilkan Oksigen (O2), hutan juga membantu menyerap gas rumah kaca yang menjadi penyebab terjadinya pemanasan global. Itulah sebabnya mengapa ada istilah yang mengatakan bahwa hutan adalah paru-paru bumi. Namun banyaknya hutan yang rusak akan membuat penurunan kualitas oksigen tersebut.

Sebab Semakin sedikit tumbuhan yang ada di hutan, semakin sedikit pula oksigen yang dihasilkan. Akibatnya adalah kualitas oksigen yang akan semakin menurun.

Donal, juga menjelaskan Penyebab Banjir Besar itu di kerena oleh Semakin maraknya penebangan liar hingga menyebabkan hutan gundul, hal ini tentu akan menjadi pemicu terjadinya banjir besar dan juga banjir bandang. karena sedikitnya pohon yang terdapat dihutan tidak akan mampu menyerap air hujan. Sehingga setiap saat hujan deras, airnya akan langsung meluap karena tidak bisa diserap oleh akar pohon.

Bencana kekeringan juga bisa terjadi karena kerusakan hutan. Saat pohon jumlahnya hanya sedikit, air yang diserap pun hanya sedikit. Sehingga air tanah juga menjadi sedikit. Air tanah yang sedikit bisa menyebabkan alam terkena bencana kekeringan.

Tumbuhan dan Pohon di Area hutan akan menjadi penguat struktur tanah, saat terjadi hujan deras, air tidak langsung mengenai tanah sebab akar pohon akan menjadi penyerap air hujan. Namun kerusakan hutan dan penggundulan hutan akan menjadi pemicu terjadinya tanah longsor besar. sebab sudah tidak adalagi akar tanaman yang mampu menyerap air hujan.

Terganggunya siklus air Kita tahu bahwa pohon memiliki peranan yang penting dalam siklus air, yaitu menyerap curah hujan serta menghasilkan uap air yang nantinya akan dilepaskan ke atmosfer. Dengan kata lain, semakin sedikit jumlah pohon yang ada di bumi, maka itu berarti kandungan air di udara yang nantinya akan dikembalikan ke tanah dalam bentuk hujan juga sedikit.”tutupnya. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *