MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Mengambil khikmah isra mi’raj di bulan Rajab, Anggota DPRD kabupaten Murung Raya, IMANUDIN, S.Pd.i, Mengajak kepada seluruh umat muslim Agar lebih mempererat jalinan tali persaudaraan dengan saling menghargai dan menghormati antar satu Agama dan pemeluk agama lainnya, dalam suasana damai dan harmonis. Senin, 27/01/2025.
“Imanudin, yang sekaligus ketua DPD partai keadilan sejahtera ( PKS) menuturkan Setiap muslim berkeyakinan bahwa al-Qur’an merupakan wahyu Allah swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. untuk disampaikan kepada semua umat manusia sebagai bimbingan hidup. ” Tukas nya.
“Al-Qur’an disampaikan kepada kaum Muslim untuk dibaca dan dipahami maksud kandungannya. Pembacaan dan pemahaman al-Qur’an menghasilkan pemahaman beragam menurut kemampuan masing-masing. Pemahaman kaum Muslim terhadap al-Qur’an akan melahirkan perilaku yang beragam pula sebagai tafsir al-Qur’an dalam praksis kehidupan, baik pada dataran teologis, filosofis, psikologis, maupun kultural (Syamsuddin, 2007: 12). Kandungan ayat-ayat.
Al-Qur’an berbicara tentang berbagai macam pokok ajaran Islam dan aspek-aspek kehidupan; Tuhan, Rasul, alam raya, akhirat, kejadian dan sikap manusia, nafsu, ilmu pengetahuan, amar ma’ruf nahi munkar, pembinaan generasi muda, akhlak, kerukunan hidup antara umat beragama, pembinaan masyarakat dan penegakan disiplin. Namun al-Qur’an bukanlah kitab ilmu pengetahuan dan bukan pula kitab suci yang siap pakai, dalam arti berbagai konsep yang dikemukakan al-Qur’an tersebut tidak langsung dapat dihubungkan dengan berbagai masalah tersebut.
Ketua DPD partai dakwah ini, juga menjelaskan sesuai ilmu yang pernah di pelajari nya sedikit menjelaskan bahwa Ajaran al-Qur’an tampil dalam sifatnya yang global, ringkas, dan general (Nata, 2002: 2). Al-Qur’an butuh dipahami melalui penafsiran-penafsiran yang telah dilakukan Rasul dan para ulama’ hingga masa sekarang ini.”jelasnya Imanudin.
Sebagaimana diketahui Di antara semua yang menafsirkan ayat tersebut dan menjadi pokok pikiran yang terdapat dalam al-Qur’an adalah (tasamuh). Pada hakekatnya, al-Qur’an sekalipun tidak pernah menyebut-nyebut kata tasamuh/toleransi secara tersurat hingga kita tidak akan pernah menemukan kata tersebut termaktub di dalamnya.
Namun secara tersirat terdapat ayat-ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang konsep toleransi dengan segala batasan-batasannya secara jelas dan gamblang. Oleh sebab itu, ayat-ayat yang menjelaskan tentang konsep toleransi dapat dijadikan rujukan dalam implementasi toleransi dalam kehidupan.
Dalam Rangka memperingati isra mi’raj di bulan Rajab ini Imanudin juga mengatakan Dalam ajaran Islam, toleransi merupakan sikap yang telah diajarkan oleh Rasul saw. ketika berinteraksi dengan masyarakat Madinah, baik pada sesama muslim maupun kepada non muslim. Oleh karenanya, sikap toleran merupakan perwujudan dari visi akidah Islam dan masuk dalam kerangka sistem teologi Islam.
Maka toleransi beragama harus dikaji secara mendalam dan diaplikasikan dalam kehidupan beragama karena ia adalah suatu keniscayaan sosial bagi seluruh umat beragama dan merupakan jalan bagi terciptanya kerukunan antar umat beragama.” Tutup nya, anggota DPRD Imanudin yang sekaligus ketua DPD partai dakwah ini. [Longking].

