Bupati Heriyus Pimpin Upacara Adat Manugal di Tanah Siang, Dorong Pelestarian Budaya Dayak

Kegiatan pemerintah

OTONOMI DAERAH6761 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Bupati Murung Raya, Heriyus M. Yoseph, S.E., bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Murung Raya, Sri Karyawati, memimpin Upacara Adat Manugal (Nukan) di Kecamatan Tanah Siang. Sabtu, 10/10/2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan kearifan lokal masyarakat Dayak, khususnya tradisi gotong royong dalam pertanian yang berlandaskan semangat Handep Bapakat dan filosofi Dayak Ije Simpei.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Nisha Anggraeni, serta mantan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo SP) Kabupaten Murung Raya, Agus Sumadi.

Dalam sambutannya, Bupati Heriyus menegaskan bahwa Kecamatan Tanah Siang bukan satu-satunya wilayah yang menjadi percontohan dalam pelestarian budaya pertanian tradisional. Pemerintah Kabupaten Murung Raya juga telah merencanakan pelaksanaan kegiatan serupa di sejumlah kecamatan dan desa lainnya.

“Kecamatan Tanah Siang bukan satu-satunya yang terpilih sebagai percontohan. Masih banyak kecamatan dan desa lainnya yang sebelumnya sudah kami incar untuk mendapatkan perlakuan serupa,” ujar Heriyus.

Namun, menurutnya, pelaksanaan kegiatan di sejumlah wilayah lainnya masih menghadapi kendala akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung, termasuk kemarau panjang yang berdampak pada munculnya kabut asap dan debu.

“Kami mohon agar kondisi ini dapat dimaklumi. Dampak kemarau panjang, kabut asap, dan debu menjadi salah satu kendala sehingga pelaksanaan kegiatan belum dapat dilakukan secara merata di seluruh wilayah,” jelasnya.

Heriyus menegaskan bahwa Upacara Adat Manugal tidak sekadar menjadi tradisi menanam padi secara turun-temurun, tetapi juga merupakan wujud nyata pelestarian identitas budaya masyarakat Dayak, penguatan semangat kebersamaan, serta upaya menjaga ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

Tradisi Manugal mengandung nilai gotong royong dan kebersamaan yang tercermin dalam semangat Handep Bapakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap pelestarian budaya pertanian tradisional dapat terus dikembangkan di berbagai kecamatan dan desa.

Dengan demikian, tradisi leluhur tetap hidup sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga kelestarian budaya Dayak di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.

Pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga tradisi masa lalu, melainkan juga tentang merawat identitas, memperkuat persatuan, dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *