MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Bupati Murung Raya, Heriyus Midel Yoseph, S.E, M.M,mewakili seluruh jajaran pemerintah daerah dan Masyarakat Murung Raya, mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 hijriah 2025 Masehi Mohon maaf lahir dan batin. Selasa, 01/04/2025.
Idulfitri selalu membawa suasana yang berbeda. Ada kegembiraan yang terasa di udara, ada harapan yang mengalir dalam setiap berjabat tangan, dan ada kehangatan dalam setiap pertemuan.
Bupati Murung Raya, Heriyus Midel Yoseph, Menyampaikan ucapan selamat kepada umat Muslim di seluruh Indonesia dan terkhususnya di wilayah kabupaten Murung Raya, Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa, manusia kembali pada fitrahnya, kembali pada kesadaran bahwa hidup bukan sekadar perjalanan individu, tetapi juga tentang bagaimana saling terhubung, saling memberi, dan saling menguatkan.”pungkas Heriyus.
Ia juga mengatakan Idulfitri adalah tentang kemenangan, tetapi bukan kemenangan dalam arti mengalahkan orang lain. Ini adalah kemenangan atas diri sendiri, atas ego, atas ketakutan, atas rasa ragu, dan atas segala sesuatu yang membatasi seseorang untuk menjadi manusia yang lebih baik.” Ujarnya saat ditemui wartawan Suara Akar Rumput, 1 April 2025 = 2 Syawal 1446 H.
Dan Idul Fitri 1 Syawal 1446 H. Ini adalah momentum untuk menata kembali hubungan, bukan hanya dengan sesama, tetapi juga dengan nilai-nilai yang lebih besar mencakup kejujuran, ketulusan, kebersamaan, dan pengabdian.
Dalam konteks kehidupan bernegara, Idulfitri mengajarkan bahwa sebuah bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu merekatkan perbedaan, bukan yang terpecah oleh kepentingan.
Sama seperti keluarga yang berkumpul kembali setelah sekian lama berjauhan, masyarakat dalam sebuah negara juga perlu menemukan titik temu dalam keberagaman.
Seperti halnya mudik yang menjadi tradisi tahunan bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin untuk mengingat bahwa akar kehidupan kita ada dalam kebersamaan.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa ini, Idulfitri membawa pesan optimisme bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memulai kembali.
Tidak ada kesalahan yang tidak bisa dimaafkan, tidak ada luka yang tidak bisa disembuhkan, dan tidak ada jarak yang tidak bisa dijembatani jika ada ketulusan.
Dalam kehidupan politik, dalam dunia ekonomi, dalam dinamika sosial, sering kali terjebak dalam perasaan bahwa perbedaan adalah hambatan, padahal Idulfitri mengajarkan bahwa perbedaan adalah kekayaan yang bisa dirayakan.
Semua melihat dalam banyak kesempatan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang penuh dengan semangat berbagi.
Setiap Idulfitri, selalu ada tradisi memberi misalnya zakat, sedekah, bingkisan untuk keluarga dan tetangga, semuanya menjadi pengingat bahwa kesejahteraan tidak akan berarti jika hanya dinikmati sendiri.
Heriyus Midel Yoseph, juga menegaskan Prinsip ini, jika diterapkan dalam kehidupan dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara, akan melahirkan kebijakan yang lebih berorientasi pada kebersamaan, pada pemerataan, pada kesejahteraan yang tidak hanya milik segelintir orang.
Lebih dari sekadar perayaan, Idulfitri juga bisa menjadi refleksi tentang bagaimana Daerah kabupaten Murung Raya ini ingin membangun masa depan.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu belajar dari masa lalu tanpa terjebak di dalamnya, yang mampu melihat ke depan dengan optimisme, dan yang mampu menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk tumbuh.
Jiwa yang Bersih pikiran yang jernih
Seperti halnya seorang individu yang keluar dari Ramadan dengan jiwa yang lebih bersih, sebuah Daerah tentunya juga bisa menjadikan setiap ujian sebagai kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan bersama.
Idulfitri mengajarkan bahwa hidup bukan tentang siapa yang memiliki lebih banyak, tetapi tentang siapa yang mampu memberi yang terbaik itu lebih banyak.
Hal ini telah berkali-kali membuktikan bahwa di saat-saat sulit, solidaritas selalu menjadi kekuatan utama. Ketika bencana melanda, ketika krisis datang, ketika ada yang tertinggal, selalu ada tangan-tangan yang terulur begitulah harapan kami sebagai pemimpin daerah yang dipilih langsung oleh rakyat nya.
Nilai ini adalah modal sosial yang luar biasa, sesuatu yang bisa menjadi fondasi bagi pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.” Tukasnya.
Dalam suasana Idulfitri, 1446 hijriah ini ada kehangatan yang bisa menjadi inspirasi bagi cara seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dan khikmah dari hari besar ini tentunya bisa kita praktekkan pada saat kita hidup rukun bertetangga saling berbagi tolong menolong intinya adalah keutamaan hidup yang harmonis. [Longking]
Bupati Kabupaten Mura Heriyus M. Ucapkan Selamat Hari Ray Idul Fitri
Ucapan Selamat hari raya

