Di Desa Pedalaman Bidan Kampung Adalah Orang Yang Berikan Pertolongan Persalinan Bagi Warga

Pertolongan pertama bagi ibu melahirkan

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Anggota DPRD kabupaten Murung Raya, H.Rejekinoor, S.Sos, meminta agar pemerintah dinas instansi terkait turut memperhatikan serta memberikan dukungan pembinaan terhadap dukun bayi suka relawan (bidan kampung) yang berada di setiap desa’ lingkup kabupaten Murung Raya. Minggu, 16/02/2025.

Menurut anggota DPRD kabupaten Murung Raya H.Rejikinoor, Kemitraan antara bidan Dinas Kesehatan Kabupaten dan dukun bayi masih ada sampai saat ini apalagi di Desa’ desa’ pedalaman yang jauh dari ibukota kecamatan dan kabupaten, dimana jasa bidan kampung sangat di butuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat ketika ada warga yang ingin melahirkan, apalagi di saat kekosongan bidan perawat yang bertugas di puskesmas pembantu(Pustu) dalam rangka tugas di luar.” Ujar H. Rejikinoor.

“Kerjasama Kemitraan tersebut tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 28 tahun 2012, dengan jumlah dukun bayi yang bermitra dengan bidan Dinkes sampai sekarang kurang lebih 400 orang.


Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten/kota Anggota dewan perwakilan rakyat Daerah kabupaten Murung Raya dari fraksi partai persatuan pembangunan (PPP) ini juga menjelaskan, dalam hal kerjasama tersebut, dukun bayi memiliki tugas dan wewenang diantaranya, wajib merujuk setiap ibu hamil dan bersalin serta membantu bidan dalam merawat ibu dan bayinya.

“Dukun bayi tidak boleh menangani persalinan. Namun hanya boleh mendampingi ibu saat proses persalinan. Melakukan perawatan ibu dan bayi selama periode nifas.”

Tetapi lain halnya, dengan bidan kampung yang ada di kabupaten Murung Raya ini sudah Dari sejak puluhan tahun warga yang melahirkan dengan selamat di tangani oleh bidan kampung, penolong persalinan pertama sambil menunggu kedatangan bidan perawat yang dari tingkat kabupaten kota dan kecamatan, dan yang berjarak cukup jauh beberapa kilo meter dari Desa’ pemukiman warga. 

Bidan kampung yang di sebut sebagai dukun beranak harusnya mendapatkan perhatian khusus dari pihak pemerintah dinas instansi terkait karena keberadaan bidan kampung sangat fungsional dan bermanfaat bagi masyarakat sebagai pertolongan pertama bagi ibu yang sedang melahir dan juga anak nya.

Apalagi mengingat bahwa bidan kampung tidak berharap imbalan dari pasien yang ia tolong bekerja ikhlas tanpa pamrih cuma dengan niat saling tolong menolong seperti yang sudah di lakukan oleh Ibu *NURINAH* seorang bidan kampung Desa Tumbang Masao kecamatan sumber Barito ini.

Dari sejak 40 tahun ia membantu warga desa’ yang melahirkan dari sebelum bidan perawat dari dinas masuk desa ibu ini sudah memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.” [Longking].


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *