MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Murung Raya yang ke-22, Pemerintah Kabupaten Murung Raya meluncurkan produk coklat khas daerah bernama “Mura Chocolate”. Sabtu, 03/08/2024.
Acara yang berlangsung pada Kamis, 1 Agustus 2024, di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Tira Tangka Balang (TTB) ini sekaligus menandai bahwa produk tersebut telah memenuhi standar BPOM dan Halal.Kemasan “Mura Chocolate” menampilkan gambar patung monumen bundaran emas, simbol ikonik Kabupaten Murung Raya, kota Puruk Cahu, yang memberikan sentuhan khas pada produk tersebut.
Peluncuran ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Nuryakin, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDIP dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Dr. Willy Midel Yoseph, serta mantan Bupati dan Wakil Bupati Murung Raya. Pj Bupati Murung Raya, Hermon, bersama unsur Forkopimda, Camat, Lurah, Kepala OPD, Wakil Ketua DPRD I dan II, anggota DPRD, serta tamu undangan lainnya turut hadir menyaksikan momen bersejarah ini.Pada kesempatan tersebut, semua tamu undangan turut mencicipi “Mura Chocolate” dalam acara ramah tamah memperingati HUT Murung Raya.
Dalam sambutannya, Pj Bupati Murung Raya Hermon menjelaskan bahwa bahan baku coklat ini berasal dari buah kakao asli Murung Raya yang diolah di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkakao) di Jember, Jawa Timur.
Hermon menambahkan bahwa Pemkab Murung Raya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan akan melanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Puslitkakao untuk pengembangan kakao di Murung Raya.
“Harga kakao yang cukup menjanjikan, yaitu Rp 85.000 hingga 150.000 per kilogram, membuatnya menjadi komoditas potensial untuk dikembangkan,” ujar Hermon.
Puslitkakao akan melakukan penelitian untuk mengidentifikasi kondisi tanah, cuaca, dan faktor lainnya di Murung Raya guna menentukan bibit kakao unggul yang cocok untuk ditanam di daerah ini. Setelah penelitian selesai, bibit kakao unggul akan diserahkan kepada Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanik) Kabupaten Murung Raya.
“Masyarakat nantinya bisa mendapatkan bibit di Distanik Murung Raya sesuai ketentuan yang ada. Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat Murung Raya untuk menanam kakao sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan perekonomian,” ungkap Hermon.
Peluncuran “Mura Chocolate” diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkenalkan produk unggulan Murung Raya kepada pasar yang lebih luas. [Longking]
Di HUT Mura Ke-22, Pemda Meluncurkan Produk “Mura Chocolatos”
Kegiatan pemerintah

