Dibalik Keindahan Panorama Alam Murung Raya Terdapat Cerita Mistis Yang Melegenda

Mereka adalah penjaga bumi tana malai tolung lingu

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Dari sekian Banyak wisatawan dan pendaki yang menjadikan Air Terjun Tosah sebagai tujuan untuk menguji fisik dan menikmati keindahan panorama alam Kalimantan yang masih alami. Jum’at, 17/01/2025.

Cerita rakyat kabupaten Murung Raya Kalimantan tengah, dan momen ini di abadikan oleh Media Suara Akar Rumput, 17 Januari 2025.

Nama “Tosah” sendiri diyakini berasal dari bahasa Dayak setempat, yang memiliki makna khusus dalam budaya Dayak. Dalam beberapa versi cerita yang diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat Dayak, nama Tosah merujuk pada kata “tosak”, yang berarti terjun “jatuh”.

Cerita dikutif dari cerita rakyat Daerah kabupaten Murung Raya, (29 Agustus 1973) dan di abadikan oleh Media Suara Akar Rumput pada 17 Januari 2025.

Penamaan ini berkaitan langsung dengan karakteristik air terjun yang memiliki aliran air yang deras dan jatuh dengan indah dari ketinggian bagaikan curah hujan yang memercik embun yang terlihat indah dipandang setiap kacamata pengunjung.

“Namun, menurut cerita sejarah para tokoh Dayak Ngajuk, (hulu) menyebutkan bahwa ada juga cerita lain yang mengaitkan nama Tosah dengan legenda atau kisah mistis yang dipercaya oleh masyarakat Dayak.

 Dan Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Air Terjun Tosah dulunya adalah tempat tinggal makhluk gaib yang menjaga keseimbangan alam didalam wilayah tersebut.

Makhluk ini dipercaya sering menampakkan diri dalam bentuk hewan atau bayangan, terutama pada malam hari.
Nama Tosah kemudian menjadi simbol dari kekuatan alam yang tak terlihat namun selalu ada di sekitar manusia.

Sehingga cerita sejarah Air Terjun Tosah tidak bisa dilepaskan dari cerita legenda yang diyakini oleh masyarakat Dayak. Salah satu legenda yang paling populer yang mengandung sejarah tentang seorang pemuda bernama Angkai. 

“Yang konon katanya seorang pemburu handal dari suku Dayak tersebut terpaksa harus tinggal di sekitar hutan Puruk Cahu. Di karenakan tidak memiliki rumah tempat tinggal di Desa’ namun ia memiliki keahlian berburu di hutan dan juga memiliki keberanian yang tidak mengenal batas waktu siang ataupun malam, Ia tidak pernah merasakan kesunyian meskipun hidup dalam kesenangan. 

“Dan Angkai dikenal sebagai pemuda yang cerdas, kuat, dan tangguh, namun ia juga memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap hal-hal yang belum diketahuinya.
Singkat cerita Suatu hari, Angkai mendengar cerita dari tetua suku tentang adanya sebuah tempat misterius di dalam hutan, yang diyakini sebagai tempat tinggal para roh penjaga hutan.

Tempat tersebut adalah sebuah air terjun yang sangat indah namun jarang dikunjungi manusia karena dianggap keramat dan angker, mendengar hal tersebut malah membuat seorang pemuda yang bernama angkat ini semakin penasaran dan ingin mencoba mendatangi Air terjun tersebut, .

Terkait dengan cerita tersebut, Angkai memutuskan untuk beranjak menuju tosah air terjun tersebut. Meskipun ia merasa bersalah karena ia sudah diperingatkan oleh para tokoh yang tahu tentang tempat angker itu ia tetap saja berangkat, namun ia pun dengan niat untuk tidak mengganggu tempat-tempat keramat. 

“Angkai, tetap nekat. Dengan membawa senjata tradisionalnya, ia berjalan menembus hutan lebat yang penuh dengan tantangan.

Perjalanan Angkai tidak mudah. Ia harus melewati sungai-sungai yang deras, medan berbatu, naik turun gunung serta menghadapi binatang buas yang kadang muncul di hadapannya. Setelah berhari-hari berjalan, Angkai akhirnya tiba di sebuah tempat yang sangat indah itu.

“dengan merasa senang dan bahagia ia kini sudah menemukan air terjun yang sangat tinggi dengan air yang jernih jatuh deras dari atas tebing. Pemandangan di sekitarnya sangat memukau dengan pepohonan rimbun dan bunga-bunga liar yang tumbuh di sekitar air terjun.

Namun, suasana tempat tersebut terasa berbeda. Terasa ada sesuatu yang mengawasi nya, meski tidak terlihat jelas.

Angkai, yang awalnya sangat terpesona dengan keindahan air terjun tersebut, mulai merasa ada sesuatu yang aneh. Tiba-tiba, dari dalam kabut air yang dihasilkan oleh air terjun, muncul sosok seorang perempuan cantik.

Perempuan tersebut mengenakan pakaian tradisional yang terbuat dari daun-daun dan bunga-bunga hutan, dan wajahnya yang berseri seri bersinar seperti cahaya bulan purnama yang sedang mengilau Cahya nya. Angkai memang merasa sungguh terkejut namun pemuda pemberani ini tidak sedikit pun merasa takut.

“Perempuan itu memperkenalkan dirinya sebagai Tosah, roh penjaga air terjun dan hutan di sekitarnya. Tosah kemudian memberi tahu Angkai bahwa air terjun ini adalah tempat yang sangat suci, dan ia datang ke sini untuk menjaga agar manusia tidak merusak alam yang ada di sekitarnya.

Tosah memperingatkan Angkai agar tidak mengganggu keseimbangan alam dengan berburu secara sembarangan atau merusak hutan. Jika peringatan ini tidak diindahkan, maka bencana besar akan menimpa Manusia dan mahluk lainnya yang berada di sekitarnya,” demikian cerita, Tosah dan seorang pemuda yang bernama Angkai”. [Longking]


 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *