Bengkulu Manna, Semaku.Net -Usaha Menteri kelautan dan perikanan untuk mengatasi kesulitan yang selama ini membuat para nelayan ketiadaan dana untuk membeli peralatan tangkap mencari ikan dalam mengatasi roda perekonomian rumah tangga para nelayan yang ada di Bengkulu Selatan, maka dari itu pihak Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan suatu ide agar bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Selasa, 28/09/2021.
Berdasarkan hasil informasi dari masyarakat dilapangan, bahwa bantuan perahu tersebut ada yang di jual oleh kelompok Usaha Bersama ( KUB) Batang Hari Pino, sebagai ketua kelompok atas nama Sriwanto, kepada nelayan yang sudah dikatakan seorang pengusaha ternama berinisial Sis dengan panggilan sehari – harinya, disalah satu pelabuhan di pantai mengkudum yang terletak di kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan.
Terungkapnya penjualan perahu bantuan tersebut, berdasarkan kronologis, ketua kelompok Sriwanto yang mendapatkan perumahan nelayan yang ada di Desa Tanggo Raso kecamatan Pino Raya kabupaten Bengkulu selatan, dengan beberapa awak media ingin konfirmasi dengan Sriwanto, namun ternyata Sriwanto sudah pindah tempat mencari ikan di wilayah provinsi Bengkulu, dikarnakan Sriwanto sudah bercerai dengan istrinya.
Keterangan mantan istri Sriwanto ini mengatakan bahwa mesin perahu yang sejenis Yamaha sebesar 25 pk tersebut dibawa oleh Sriwanto ke daerah pelabuhan di Bengkulu, guna untuk mencari ikan bebernya kepada awak media. Namun untuk mencari data yang lebih akurat dan jelas, bahwa informasi dari masyarakat terkait perahu bantuan tersebut betul – betul sudah di jual, akan tetapi pihak kelompok nelayan tetap bungkam terhadap awak media.
Dikonfirmasi kepala dinas DKP Bengkulu Selatan, Novianto, Jumat (24/9/21), beliau mengatakan tidak tahu. “Saya tidak tahu kalau perahu bantuan dari kementerian Kelautan dan Perikanan Anggaran TH 2020 itu sudah lama di jual,” ucap Novianto.
Tidak mau disalahkan, akhirnya Novianto menghubungi Sriwanto yang sedang berada di provinsi Bengkulu. Novianto melalui sambungan seluler menelpon dan menyuruh Sriwanto pulang untuk membawa mesin perahu tersebut.
Sriwanto pulang ke Bengkulu selatan pada malam Sabtu tanpa membawa mesin tersebut. Untuk memperjelas status dan dimana keberadaan mesin bantuan tersebut, akhirnya pihak Dinas, pihak kelompok, dan pihak pembeli mengatakan sepakat akan diadakan pertemuan pada hari Selasa ( 28/09/21).
Kepala dinas DKP Novianto, mengirim photo perahu tersebut kepada salah satu awak media Bengkulu Selatan lewat akun WhatsAppnya. Namun, apakah itu betul – betul sudah di kembalikan ke pantai mengkudum, awak media belum melihat perahu dan mesin tersebut.
Menurut isu yang berkembang diduga bahwa untuk mendapatkan bantuan perahu dengan mesin dan perlengkapan tersebut, kelompok nelayan di duga membayar tembusan sebesar Rp30 juta. Karena kelompok nelayan membayar dengan uang dapat pinjaman, dan sudah di desak oleh orang yang meminjami uang tersebut, akhirnya untuk menutupi uang tersebut dengan terpaksa ketua kelompok menjual perahu bantuan tersebut senilai Rp35 juta.
Sriwanto sebagai ketua kelompok mengakui bahwa memang sudah di jualnya dengan orang berinisial Sis. Dia mengatakan bahwa kelompoknya dapat bantuan itu nebus Rp30 juta belum ada pengakunya, tetapi informasi dan isu yang berkembang karena mantan istri Sriwanto ada curhat dengan salah satu kerabatnya lewat handphone. Dalam percakapan tersebut ada kata- kata bahwa agar dapat bantuan perahu itu harus nebus dulu baru dapat bantuan.
“Kalau kelompok yang jual dengan pembeli tidak mengembalikan mesin dengan perahu tersebut ke pelabuhan pantai mengkudum, maka pihak dinas akan mengadukan ke polisi,” ujar Kepala dinas DKP Novianto kepada awak media. (Lidya )
Diduga Bantuan Perahu Kelompok Nelayan BS Telah Dijual Oleh Ketua Kelompok

