Festival Seni Qasidah ke-11 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2024 Resmi Dimulai

Kegiatan pemerintah

RELIGI133 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-11 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah resmi dibuka Acara ini dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widanarni, yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, pada Jumat malam (2/8/2024) di Asrama Haji “Al Mabrur” Kota Palangka Raya. Sabtu, 03/08/2024.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut antara lain Pj Bupati dan Pj Wali Kota se-Kalimantan Tengah, Ketua Harian DPP LASQI Nusantara Habib Ismail bin Yahya, Ketua MUI Provinsi Kalimantan Tengah H. Khairil Anwar, serta sejumlah pejabat daerah dan instansi terkait lainnya.

Tak ketinggalan, para dewan juri, panitia, dan peserta festival dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Tengah turut memeriahkan acara ini.Dalam sambutannya, Sri Widanarni menekankan pentingnya FSQ sebagai agenda tahunan yang berperan dalam melestarikan dan mengembangkan seni qasidah di Kalimantan Tengah.

“Festival ini menjadi sarana strategis dalam menjaring bibit-bibit unggul yang siap mewakili Kalimantan Tengah ke tingkat nasional,” ujarnya.

Tema FSQ tahun ini adalah “Festival Seni Qasidah sebagai media syiar Islam untuk mengembangkan potensi sumber daya seniman-seniman Islam yang religius dan berkualitas”. Menurut Sri Widanarni, tema ini relevan dengan upaya menjadikan seni sebagai media dakwah yang efektif serta mengembangkan potensi dan kreativitas para seniman Islam di Kalimantan Tengah.

Dia juga menyampaikan apresiasinya atas partisipasi luar biasa dari seluruh DPD LASQI Nusantara Jaya se-Kalimantan Tengah, dengan total 480 peserta yang mengikuti kegiatan ini. “Ini menjadi gambaran betapa antusiasnya masyarakat di berbagai daerah Kalimantan Tengah dalam mengembangkan seni qasidah,” tambahnya.

Selain itu, Sri Widanarni menggarisbawahi pentingnya perlombaan bernuansa religius ini sebagai upaya komprehensif dalam pembinaan kerohanian umat Islam, khususnya bagi generasi muda.

“Melalui perlombaan ini akan meningkatkan pemahaman umat Islam terhadap ajaran-ajaran Islam, serta menjadi momentum strategis membangun semangat ukuwah Islamiyah,” jelasnya.

Festival ini akan berlangsung hingga 6 Agustus 2024, dengan berbagai cabang lomba seperti bintang vokalis gambus untuk golongan anak-anak, remaja, dan dewasa, baik putra maupun putri. Selain itu, ada juga cabang pop religi dan qasidah klasik/rebana yang turut diperlombakan.

Sri Widanarni menegaskan bahwa seni musik religius Islam memiliki nilai ganda, yaitu sebagai sarana syiar dan dakwah, serta sebagai sarana pelestarian kebudayaan bernuansa Islami yang dapat mentransformasikan nilai-nilai positif kepada masyarakat. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *