H. Barlin Apresiasi Pengrajin Perahu Kayu, Jaga Tradisi dan Nadi Transportasi Sungai Barito

Kegiatan pemerintah

POLITIK9653 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Barlin, S.E., menyampaikan apresiasi dan kebanggaan mendalam terhadap eksistensi para pengrajin perahu tradisional berbahan kayu di sepanjang aliran Sungai Barito. Rabu, 21/10/2026.

Baginya, perahu kayu bukan sekadar alat transportasi, melainkan warisan tradisi, identitas, dan urat nadi kehidupan masyarakat Murung Raya yang telah mengakar kuat selama puluhan tahun.

“Di Sungai Barito, hingga hari ini sekitar 70 persen warga masyarakat masih setia menggunakan perahu sebagai sarana transportasi utama, baik untuk angkutan umum maupun untuk keperluan pribadi. Ini sudah menjadi tradisi yang hidup turun-temurun dan menjadi nadi perekonomian serta mobilitas warga kita,” ujar H. Barlin penuh haru.

Ia mengenang sejarah panjang transportasi sungai di Murung Raya yang sarat dengan nilai perjuangan dan ketangguhan para leluhur. Dahulu, para tokoh masyarakat harus menempuh perjalanan yang sangat jauh dan berisiko dari Puruk Cahu, Kecamatan Murung, hingga ke Kecamatan Sumber Barito hanya dengan mengandalkan kayuh dan sampan tradisional yang digerakkan oleh tenaga manusia.

“Perjuangan para pendahulu kita luar biasa. Mereka menyusuri sungai berhari-hari hanya dengan kayuh sampan. Masa penuh tantangan itu kemudian mulai berubah seiring masuknya teknologi mesin tempel berkecepatan rendah seperti mesin Dongfeng RD, TS, dan Kubota. Dan pada hari ini, kita patut bersyukur, seiring kemajuan teknologi di era modern, hampir setiap perahu kini telah dilengkapi dengan mesin berkecepatan tinggi. Bahkan di musim kemarau dengan debit air yang surut sekalipun, warga tetap mampu menempuh perjalanan jauh dan tiba pada waktu yang tepat,” jelasnya.

Lebih jauh, H. Barlin mengaku kagum melihat transformasi para pengrajin perahu lokal yang kini semakin lincah, kreatif, dan sangat terampil. Mereka tidak hanya mempertahankan kekokohan konstruksi perahu kayu tradisional, tetapi juga melakukan berbagai modifikasi modern pada desain lambung, haluan, dan buritan, sehingga perahu-perahu buatan pengrajin Murung Raya kini terlihat semakin mengepung, gagah, stabil, dan indah saat mengarungi air.

“Pengrajin kita hari ini sangat kreatif dan inovatif. Mereka mampu memadukan kekuatan tradisi dengan sentuhan modern, sehingga perahu tidak hanya kuat dan cepat, tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Ini adalah bukti bahwa kearifan lokal bisa terus hidup jika kita mau berinovasi,” tambahnya.

Menurut Sekretaris Komisi II yang membidangi perekonomian, pembangunan, dan sumber daya alam ini, keberlangsungan usaha pengrajin perahu kayu harus menjadi perhatian serius dan mendapat dukungan konkret dari pemerintah daerah. Sebab, sektor ini tidak hanya menopang sistem transportasi sungai yang vital, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, membuka lapangan kerja, dan menjaga kelestarian kearifan lokal.

Ia pun mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk hadir memberikan pembinaan teknis, fasilitasi bantuan permodalan, serta memperluas akses pemasaran bagi para pengrajin perahu agar usaha mereka naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Perahu adalah urat nadi Sungai Barito, dan pengrajinnya adalah pahlawan yang menjaga nadi itu agar tetap berdenyut kencang. Mari kita lestarikan, kita dukung, dan kita banggakan karya anak daerah kita sendiri. Jangan sampai tradisi dan keahlian adiluhung warisan leluhur ini hilang ditelan zaman,” pungkas H. Barlin. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *