MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, S.Pd.I., menegaskan bahwa upaya memacu pembangunan daerah memerlukan dua pilar utama yang saling menguatkan, yakni kolaborasi lintas sektor dan birokrasi modern yang adaptif. Minggu, 10/05/2026.
Menurutnya, pembangunan di Bumi Tana Malai Tolung Lingu harus bergerak dari pola seremonial menuju kerja teknokratis yang terukur, cepat, dan berdampak langsung pada masyarakat.
“Kolaborasi adalah arsitektur jejaringnya, sedangkan birokrasi modern merupakan mesin penggeraknya. Tanpa tata kelola yang digital, transparan, dan akuntabel, sinergi antar pihak hanya akan menjadi narasi tanpa hasil nyata,” ujar Imanudin.
Ia menilai, di era disrupsi saat ini, pemerintah dituntut mampu membaca dan mengelola data secara cermat, dunia usaha harus gesit menciptakan nilai, serta masyarakat perlu diberdayakan sebagai mitra pengawasan.
Sebagai langkah strategis, Imanudin mendorong percepatan reformasi birokrasi melalui konsep Simpul Kuartet Akselerasi Daerah, yang melibatkan:
Pemerintah sebagai perancang ekosistem layanan digital terintegrasi,
Pelaku industri dan UMKM sebagai motor inovasi dan investasi produktif,
Akademisi dan pusat riset sebagai penyedia basis data dan validasi kebijakan,
Masyarakat dan komunitas sebagai pengguna layanan sekaligus pengawas sosial.
Pilar utama dari konsep tersebut meliputi penerapan e-government yang interoperabel, integrasi data lintas OPD berbasis cloud, pengembangan Mal Pelayanan Publik Digital, serta peningkatan kapasitas ASN melalui penguatan digital leadership dan pendekatan layanan yang berpusat pada masyarakat.
Lebih lanjut, Imanudin menegaskan bahwa birokrasi modern bukan sekadar menghadirkan aplikasi digital, tetapi merupakan perubahan mendasar pada etos kerja.
“Kita harus bertransformasi dari birokrasi yang pasif menjadi proaktif dalam melayani. ASN adalah pencipta nilai publik, bukan sekadar pelaksana prosedur,” tegasnya.
Ia juga mengusulkan agar setiap proyek strategis dilengkapi dengan public dashboard serta indikator kinerja utama (key performance indicators/KPI) yang dapat diakses secara real-time guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Di akhir pernyataannya, Imanudin menegaskan komitmen DPRD Murung Raya untuk mengawal transformasi digital pemerintahan agar selaras dengan visi pembangunan jangka menengah daerah.
“Memacu pembangunan berarti memadukan kecerdasan teknologi dengan kepekaan nurani—satu untuk efisiensi, satu untuk keberpihakan.
Daerah yang berdaya saing lahir dari kolaborasi yang terkelola dengan sistem yang cerdas, etis, dan berkelanjutan,” pungkasnya. [Longking]
Imanudin Dorong Kolaborasi Lintas Sektor dan Birokrasi Modern Untuk Percepat Pembangunan Daerah
Kegiatan pemerintah

