Imanudin Soroti Potensi Jamur Kuping Hitam di Hutan Murung Raya, Bernilai Gizi dan Berkhasiat Obat

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, S.Pd.I., menyoroti potensi jamur kuping hitam yang tumbuh di kawasan hutan Murung Raya. Minggu, 11/10/2026.

Menurutnya, jamur tersebut tidak hanya berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pangan bergizi, tetapi juga dikenal masyarakat sebagai salah satu bahan dalam pengobatan tradisional.

Imanudin menyampaikan bahwa jamur kuping hitam masih dapat ditemukan di sejumlah kawasan hutan di Murung Raya. Potensi sumber daya alam tersebut dinilai perlu mendapat perhatian agar dapat dimanfaatkan secara bijaksana oleh masyarakat.

Menurutnya, jamur kuping hitam dapat diolah menjadi berbagai hidangan, termasuk sayuran yang dikonsumsi sebagai lauk pendamping nasi. Selain memiliki cita rasa khas, jamur ini juga mengandung sejumlah zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh.

“Jamur kuping hitam bukan hanya bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan, tetapi juga memiliki potensi lain yang perlu diketahui masyarakat. Kekayaan alam seperti ini patut kita jaga dan manfaatkan secara bijaksana,” ujarnya.

Ia menambahkan, jamur kuping hitam telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional. Namun, pemanfaatannya untuk tujuan kesehatan perlu didasarkan pada informasi yang benar dan tidak boleh menggantikan pemeriksaan maupun pengobatan medis yang diperlukan.

Imanudin juga mengingatkan bahwa hutan Murung Raya menyimpan beragam kekayaan hayati, termasuk berbagai jenis tumbuhan, akar kayu, dan dedaunan yang secara turun-temurun dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pengobatan tradisional.

“Berbagai jenis tumbuhan, seperti akar kayu dan daun yang ada di hutan kita, juga dikenal memiliki potensi sebagai bahan obat tradisional. Kekayaan ini harus kita lindungi agar tidak mengalami kemusnahan. Namun, penggunaannya perlu didahului petunjuk dari tokoh adat atau ahli yang memahami tumbuhan tersebut, serta memperhatikan aspek keamanan dan manfaatnya,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan sekaligus tempat tumbuh berbagai jenis tumbuhan yang memiliki nilai ekologis, pangan, dan potensi pengembangan obat tradisional.

Menurutnya, pelestarian kekayaan hayati perlu dilakukan secara bersama-sama agar generasi mendatang tetap dapat mengenal dan memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Dengan menjaga kelestarian hutan, masyarakat tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga mempertahankan kekayaan alam dan pengetahuan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *