Jambore Kader Posyandu Fokus Tangani Stunting

Kegiatan pemerintah

Berita99 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Oleh Dinas kesehatan Yang bekerjasama dengan Dinas pemberdayaan perempuan DP3ADALDUK KB, Kabupaten Murung Raya Senin, 09 September 2024 | 07:57 WIB – s/d selesai. Senin, 09/09/2024.

-Acara jambore yang berlangsung di selenggarakan di Gedung pertemuan umum (GPU) Tira tangka balang, gang juga mengundang semua unsur Forkopimda dan seluruh stakeholder dari Dinas badan kesatuan, lingkup kabupaten Murung Raya,

dalam rangka menggelar Jambore kader Posyandu 2024, ini juga di ikuti oleh kurang lebih 500 kader yang berada di dalam lingkup wilayah kabupaten Murung Raya,

Acara digelar dengan tema Kader Cerdas Stunting Tuntas,,,

Acara Jambore Kader Posyandu 2024 bertujuan untuk memberikan meningkatkan keterampilan wawasan dan pengetahuan kader  terutama untuk pencegahan dan penanganan masalah stunting.

“Saat ini di wilayah Puskesmas di tingkat kecamatan dan pusyandu di setiap desa desa, kasus stunting, meski di bawah angka nasional yaitu 14% dari jumlah balita , tetapi Pemda Mura yang melalui Dinas kesehatan dan DP3DALDUKKB Murung Raya, tetap berkomitmen untuk menurunkan angka stunting sampai tercapai Zero stunting, ungkapnya, PLT Kepala Dinas DP3DALDUKKB Murung Raya, ” Dra Linda kritiane

Lebih lanjut. Linda, mengatakan melalui kegiatan jambore ini diharapkan dapat menggerakkan semua pihak untuk ikut serta dalam pencegahan stunting.

Diantaranya dengan  penanganan gizi baduta dengan menambah pengetahuan, keterampilan para kader dan kegiatan lain yang berkaitan dengan langkah pencegahan stunting.

Sementara itu Kepala Dinas kesehatan kab.mura, dr.Suwirman Hutagalung,
pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan jambore kader posyandu  2023m4.

“Kader Posyandu merupakan garda terdepan untuk meneruskan program kesehatan kepada masyarakat. Ini kekuatan yang luar biasa. Target utama adalah penanganan  kesehatan keluarga termasuk di dalamnya penanganan stunting,” Kustini.

Lebih lanjut dikatakan, penyebab stunting diantaranya adalah rendahnya akses terhadap makanan bergizi , rendahnya asupan vitamin dan mineral dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani.

“Kearifan bahan pangan lokal perlu dimunculkan. Inovasi dan kreativitas variasi menu harus terus digali untuk dibuat produk yang disenangi anak. Dalam upaya mencegah stunting,” tegasnya dr Suwirman Hutagalung,

“Drs Linda kritiane, juga menambah bahwa pencegahan stunting dimulai saat remaja mengalami menstruasi dengan pemberian zat besi atau ablet tambah darah.

“Pembinaan calon penganten tentang reproduksi dan pengetahuan tentang gizi sangat penting agar nantinya melahirkan generasi tangguh, sehat dan cerdas,” kata nya Linda

“Salah satu cara untuk meningkatkan penenuhan gizi masyarakat adalah melalui makanan lokal yang mungkin mulai ditinggalkan karena ada yang lebih praktis,” imbuhnya.

Menu gizi seimbang dari bahan pangan lokal dapat diolah menjadi berbagai hidangan yang enak dan menyehatkan dapat memperbaiki gizi anak dan menurunkan stunting.

Asupan protein sangat penting bagi anak sejak dalam kandungan hingga berusia 2 tahun yang berada dalam masa emas, pertumbuhan , sumber protein bisa didapat dari ikan, telur, daging, dan kacang-kacangan.

“Demikian pun dengan bahan-bahan pangan lokal untuk pemenuhan kebutuhan energi seperti umbi-umbian, jagung, kacang-kacangan dan sebagainya yang cukup mudah ditemukan dan memiliki nilai gizi yang tinggi.”

Di akhir acara kemudian ditandatangani fakta kesepahaman tentang pencegahan stunting melalui visi dan misi pemerintah daerah kabupaten Murung Raya. sehat tanpa stunting 2025-2030. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *