MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Di tengah tantangan efisiensi anggaran yang turut berdampak terhadap ruang fiskal pemerintahan desa, Pemerintah Desa Tumbang Salio, Kecamatan Permata Intan, Kabupaten Murung Raya, terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selasa, 06/10/2026.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pemdes Tumbang Salio berhasil mengusulkan dan merealisasikan bantuan bedah rumah bagi 27 unit rumah warga yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak huni.
Saat ini, progres pembangunan 27 unit rumah tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.
Kepala Desa Tumbang Salio, Migun, S.Pd., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terealisasinya program tersebut.
Melalui akun media sosialnya, Migun mengungkapkan bahwa keberhasilan program bedah rumah tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Pusat hingga DPR RI.
“Puji Tuhan, di tengah efisiensi anggaran desa, Pemdes Tumbang Salio berhasil mengusulkan bedah rumah bagi warga yang rumahnya tidak layak huni sebanyak 27 buah. Saat ini progresnya sudah berjalan sekitar 70 persen. Program ini melalui Pemprov Kalteng, pemerintah pusat dan DPR RI. Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang dapat bekerja sama,” ungkap Migun.
Atas terealisasinya program tersebut, Migun secara khusus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Pusat serta DPR RI atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Desa Tumbang Salio.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut merupakan buah dari kolaborasi dan sinergi lintas pemerintahan dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Keberhasilan ini adalah wujud nyata dari indahnya kebersamaan dalam sebuah kemitraan yang baik, saling melengkapi dan saling mendukung satu dengan yang lainnya. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Ini adalah hasil kolaborasi semua pihak demi kesejahteraan masyarakat akar rumput,” ujar Migun, S.Pd.
Program bedah rumah tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat penerima manfaat. Rumah-rumah warga yang sebelumnya berada dalam kondisi kurang layak secara bertahap bertransformasi menjadi hunian yang lebih layak, kokoh, aman dan nyaman.
Pembangunan rumah dengan konsep rumah panggung berbahan kayu juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan hunian yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan karakter masyarakat setempat.
Migun menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti menghadirkan pembangunan bagi masyarakat.
Sebaliknya, kondisi tersebut harus mendorong pemerintah desa untuk semakin kreatif dalam membangun komunikasi, membuka jejaring kemitraan dan memperjuangkan program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Harapan kami, program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaat pembangunan. Pemerintah desa akan terus berupaya membangun komunikasi dan sinergi dengan semua pihak,” tuturnya.
Realisasi 27 unit bedah rumah dengan progres sekitar 70 persen tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat menghasilkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pemdes Tumbang Salio berharap sinergi dan kemitraan tersebut dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penyediaan hunian layak, dapat terus diwujudkan secara berkelanjutan. [Longking]

