MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Ketua DPRD Murung Raya H. Rumiadi: Kisah Inspiratif Bukan Dongeng, Melainkan Warisan Sejarah Sarat Makna bagi Masyarakat Dayak
Puruk Cahu – Kisah inspiratif tidak sekadar menjadi cerita pengantar tidur. Jum’at, 08/05/2026.
Di baliknya tersimpan sejarah, asal-usul, serta pesan moral yang diwariskan lintas generasi.
Hal ini ditegaskan Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rumiadi, S.E., S.H., M.H., saat menyoroti pentingnya menjaga cerita rakyat sebagai warisan pengetahuan dan identitas kultural masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.
“Cerita sejarah yang disampaikan para tokoh pendahulu terbukti memiliki jejak nyata, termasuk di wilayah Kabupaten Murung Raya,” ujar Rumiadi.
Ia mencontohkan kisah Buluh Perindu di Gunung Bondang, Kecamatan Laung Tuhup. Legenda tersebut hidup dalam ingatan kolektif masyarakat, lengkap dengan latar tempat, nilai budaya, dan pelajaran hidup yang terus diwariskan.
Bagi masyarakat Dayak, cerita bukan sekadar fiksi, melainkan catatan batin tentang hubungan manusia dengan alam, leluhur, dan Sang Pencipta.
“Cerita-cerita tersebut mengandung nilai yang melekat dalam adat dan budaya tradisional masyarakat Dayak Kalimantan Tengah, khususnya di Bumi Tana Malai Tolung Lingu Tira Tangka Balang,” tambahnya.
Nilai-nilai tersebut mencakup kearifan ekologis, etika sosial, serta spiritualitas.
Dari kisah Buluh Perindu, misalnya, tersirat pesan tentang menjaga perasaan dalam adab, serta makna kehadiran yang tak kasatmata namun mampu menyentuh hati. Kisah-kisah lainnya juga mengajarkan larangan merusak hutan, pentingnya musyawarah, serta kehormatan dalam menepati janji.
Menurut Rumiadi, relevansi cerita rakyat tetap terjaga karena mampu menjadi pedoman nilai di tengah perubahan zaman.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Dayak untuk terus merawat, mendokumentasikan, dan mewariskan kisah-kisah tersebut kepada generasi muda.
Berbagai ruang seperti sekolah, sanggar budaya, rumah betang, hingga lingkungan keluarga dapat menjadi media penyampaian nilai-nilai tersebut.
“Sebagai masyarakat Dayak, kita harus bangga dan bertanggung jawab menjaga warisan ini. Jangan sampai generasi mendatang hanya mengenal budayanya dari pihak luar,” tegasnya.
Ia berharap cerita-cerita leluhur tidak hanya menjadi nostalgia, tetapi juga menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Gunung Bondang hingga pelosok Tana Malai Tolung Lingu, kisah seperti Buluh Perindu diharapkan terus hidup sebagai pengingat akan pentingnya mencintai tanah, menghormati sesama, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal akarnya. Masyarakat yang kuat adalah mereka yang memahami asal-usulnya dan tahu arah masa depannya,” pungkas Rumiadi. [Longking]
Ketua DPRD Murung Raya: Cerita Rakyat Dayak Bukan Dongeng, Melainkan Warisan Sejarah dan Nilai Kehidupan
Kegiatan pemerintah

