Masyarakat Keluhkan Program Loker Gubernur Tidak Sesuai Omongan Di Sosmed

Kegiatan pemerintah

BENGKULU / SEMAKU.net – Pelaksanaan program lowongan kerja (loker) yang diselenggrakan oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, pada hari kamis tanggal 10 april berlangsung di rumah dinas gubernur provinsi Bengkulu, sangat antusias di ikuti oleh ribuan orang pencari kerja yang ada di wilayah Provinsi Bengkulu. Kamis, 10/04/2025.

Keadaan begitu padat oleh ribuan orang yang bermaksud dengan mendapatkan lapangan pekerjaan yang rela nunggu antrian dari pagi hingga sore rela antri berjam jam di bawah terik matahari, tapi hasilnya zonk atau mengecewakan.

Dimana loker yang diungkapkan oleh gubernur beberapa hari lalu di sosial medianya yang katanya loker ini akan disediakan untuk umum dan tidak omon – omon.

“Banyak yang sudah menunggu dari jam 7 pagi di rumah dinas gubernur ini, setelah melihat postingan bapak gubernur tentang loker yang disediakan terdengar sangat menjanjikan “semua loker ada nanti disediakan dan dipandu oleh disnaker” Ujar Helmi Hasan di video nya” Ungkap “DM” Salah satu masyarakat yang ikut antri loker.

“Namun ternyata waktu sampai di tempat pelaksanaan loker yang dijanjikan tidak sesuai dengan apa yang dikoar koarkan sedimikian rupa, bahkan saya yang masih diurutan nomer urut 100 lebih, orang mendapatkan nomer urut pertama saja harus menunggu dari jam 7 dan baru jam 11 kurang bisa memasuki gedung acara.” Bebernya.

“Panitia juga tidak kondusif mengatur acara, apalagi setelah masuk gedung setelah menunggu berjam jam harus zonk tidak sesuai dengan apa yang dikatan bapak gubernur, loker – loker terbatas bahkan ada satu loker yang nyatanya fiktif padahal banyak peminatnya, sungguh kecewa, bahkan banyak yang dari jauh atau kabupaten lain datang ke kota bengkulu berharap dengan program ini, yang urutan seratus saja sekecewa ini apalagi dengan urutan setelahnya, diperkirakan peserta yang datang itu sudah ribuan mengantri kan sayang kalau disia2kan oleh kenyataan yang tidak sesuai dengan omongan”. Ungkapnya.

Dengan kejadian ini masyarakat Bengkulu berharap jangan sosmed di jadikan sebagai alat berkoar dalam membodohi masyarakat Bengkulu. [Dya]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *