MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Pemerintah Kabupaten Murung Raya menegaskan komitmennya terhadap kedaulatan pangan melalui kegiatan panen bersama padi gogo di Desa Karali, Kecamatan Tanah Siang. Jum’at, 08/05/2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari uji varietas padi gogo Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Perikanan Murung Raya dengan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB).
Kerja sama ini dirancang secara terstruktur untuk mengukur tingkat adaptasi berbagai varietas padi terhadap ekosistem lokal, sekaligus membangun basis data agronomi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Murung Raya, Sri Karyawati, menjelaskan bahwa uji varietas dilakukan di tiga lokasi, yakni bersama Kelompok Tani Bina Usaha di Kecamatan Murung, Kelompok Tani Danta Bandu di Desa Karali, Kecamatan Tanah Siang, serta Kelompok Tani Kojeri Sama di Kecamatan Tanah Siang Selatan.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendampingan teknis budidaya padi gogo, menilai pertumbuhan berbagai varietas, serta menemukan varietas yang adaptif terhadap hama, penyakit, dan perubahan iklim.
Harapannya, kita dapat mendaftarkan varietas padi gogo unggul lokal Murung Raya ke Kementerian Pertanian,” ujar Sri.
Bupati Murung Raya, Heriyus, mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan IPB, termasuk kontribusi empat mahasiswa yang melakukan penelitian langsung di Desa Karali.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan agenda strategis nasional dalam mewujudkan swasembada pangan yang efisien dan berkelanjutan.
“Selama ini, padi gogo di Murung Raya umumnya hanya dipanen satu kali dalam setahun. Ke depan, kita upayakan bisa dua hingga tiga kali panen seperti padi sawah.
Ini penting untuk meningkatkan efisiensi lahan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan tanpa membuka lahan baru dengan cara membakar,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dan kebun sebagai sumber pangan keluarga, guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
“Kita memiliki lahan yang subur. Bahkan tanpa pupuk pun tanaman bisa tumbuh. Pola pikir ini perlu diubah dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal,” ujarnya.
Selain itu, Heriyus mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok tani untuk mengembangkan diversifikasi usaha, seperti kakao, peternakan, dan hortikultura, dengan tata kelola yang berbadan hukum.
“Kelompok tani harus memiliki legalitas, seperti akta notaris, karena penyaluran anggaran membutuhkan dasar hukum yang jelas,” tambahnya.
Melalui uji varietas yang terukur, pendampingan akademik, serta semangat gotong royong petani, Murung Raya menargetkan memiliki varietas unggul lokal yang terdaftar di Kementerian Pertanian pada tahun 2027.
“Target kita, pada 2027 sudah memiliki varietas unggul sendiri, sehingga penggunaan benih lebih terarah dan mampu menjaga stabilitas pasokan beras,” tutup Heriyus.
Capaian ini diharapkan dapat mendorong minat generasi muda untuk kembali ke sektor pertanian dengan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebanggaan sebagai penjaga kedaulatan pangan Bumi Tana Malai Tolung Lingu.
Reporter: Suara Akar Rumput
Panen Bersama Padi Gogo di Karali: Murung Raya Bidik Varietas Unggul Lokal 2027 Untuk Swasembada Berkelanjutan
Kegiatan pemerintah

