MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Duncai, merupakan warga masyarakat Desa Maruwei, bersama tiga orang temannya hari ini sudah membayar Nazar/hajat pasca pilkada tahun 2024. Yang lalu, Puruk cahu, 09 April 2024.
dengan berjalan kaki di bawah terik mentari dan di selimuti debu debu jalanan ke 4 warga ini nekat menempuh perjalanan jauh Yakni dari desa maruwei kec laung tutup, Menuju kota Puruk cahu, kabupaten Murung Raya, saat sampai di kota Puruk cahu duncai, dan 3 orang temannya disambut baik oleh pihak keluarga besar H. Rahmanto Mohidin, ia menyampaikan bahwa kedatangan nya dan tiga orang temannya adalah untuk menepati hajat janji yang di sudah di niatkan dengan segala kesungguhan hati dan apabila Heriyus-Rahmanto Muhidin, terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Murung Raya. Maka nazar pun harus di penuhi Karena mengingat bahwa Nazar hajat adalah adat itu bukanlah sebuah ucapan bisa tetapi Hajat adalah hal yang terkait dengan sumpah dan janji yang tidak bisa tidak di tempati,”ujarnya.
Masyarakat Desa Muruwei ini berjalan kaki dari Kecamatan Laung Tuhup menuju Kota Puruk Cahu dengan memakan waktu puluhan jam hal ini dilakukan demi untuk menempati janji mereka setelah Heriyus-Rahmanto dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati difinitif’.
“Kami berempat berangkat berjalan kaki dari Kecamatan Laung ini mulai jam 6 pagi. Kami mengucapkan hajad atau janji itu karena menginginkan Rahmanto Muhidin terpilih sebagai pemimpi daerah mewakili dari desa kami,” jelasnya di rumah jabatan wakil bupati, Rabu (9/4/2025) sore.
Duncai mangungkapkan. Sebelum membayar hajad atau janji. Pria berusia 50 tahun itu melakukan berbagai persiapan dengan berolah raga bersama tiga temanya.
Setelah melalui berbagai persiapan sambil menunggu pelantikan Bupati dan Wakil Bupati. Akhirnya, Duncai serta temanya menunaikan hajad atau janji mereka secara diam-diam berjalan kaki ke Puruk Cahu membutuhkan waktu sekitar puluhan jam dari Kecamatan Laung Tuhup menuju kediaman Wakil Bupati di Puruk Cahu.
Duncai mengaku berajalan kaki bersama temanya hanya membawa bekal air mineral dan makanan ringan untuk menyelesaikan misinya hajat nya berjalan kaki sejauh puluhan kilometer ini bagi seseorang yang berusia 50 keatas bukan lah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan namun seandainya hajat ini tidak terpenuhi maka yang ditakutkan Bisa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena sesuai budaya leluhur masyarakat Dayak yang sudah di percaya turun temurun bahwa hajat bisa menagih janji dan apabila tidak di tempati maka bisa saja mendatangkan bencana yang tidak terbayangkan oleh logika manusia.
Setiba di Rumah Jabatan Wakil Bupati jam 3.45 Wib, Duncai bersama temanya di sambut langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Mahyono, Mohidin, adik kandung dari Wakil Bupati Murung Raya, itu sendiri
Mahyono, sempat merasa kaget Atas kedatangan empat warga Desa yang berjalan kaki ini, yang dari sebelumnya tanpa ia ketahui dan tiba tiba di hubungi sesudah berada di Atas Jembatan Merdeka yang berjarak sangat dekat dengan rumah jabatan wakil bupati ini.”ungkap Mahyono, dalam suasana tegang.
“Saya sangat kaget di telpon mereka sudah berada di Atas Jembatan Merdeka. Saya kira mereka telpon masih di desa, teryata sudah di Puruk Cahu ini,” ujar Mahyono, dengan sedikit kesempatan yang tersisa saya secepatnya bergegas menyediakan makanan dan minuman sealkadar nya Karena saya tau bahwa mereka dalam perjalanan yang sangat melelahkan.”Tukas nya Mahyono. [Longking]
Pelaksanaan Bayar Nazar Pasca Pilkada Tahaun 20224
Di dukung oleh masyarakat setempat

