Pemkab Murung Raya Gelar Wisuda Sekolah Lansia “Gita Uluh Itah” Penuh Haru dan Kebanggaan

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DALDUK KBP3A) menggelar Wisuda Sekolah Lansia “Gita Uluh Itah” yang bertempat di Aula DPMD. Rabu, 03/12/2025.

Acara penuh haru dan kebanggaan tersebut dihadiri oleh Asisten I Setda Kabupaten Murung Raya, Rahmat K. Tambunan, Plt. Kepala Dinas DALDUK KBP3A, Lynda Kristiane, jajaran TP-PKK Kabupaten Mura, para wisudawati, serta tamu undangan lainnya.

Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinas DALDUK KBP3A, Lynda Kristiane, menyampaikan bahwa peserta Wisuda Lansia “Gita Uluh Itah” yang awalnya berjumlah 24 orang, berkurang menjadi 22 orang karena satu peserta meninggal dunia dan satu lainnya mengundurkan diri akibat kecelakaan.

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan apresiasi kepada para lansia yang telah mengikuti program pembelajaran, meningkatkan motivasi untuk tetap aktif, sehat, dan produktif, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga dalam mendukung para lansia,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Murung Raya melalui Asisten I Setda Mura, Rahmat K. Tambunan, dalam sambutannya menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan tulus kepada para orang tua dan sesepuh yang telah melalui perjalanan kehidupan dengan pengabdian, kerja keras, dan keteladanan. Para lansia disebutnya sebagai sumber inspirasi, gudang ilmu, dan pilar kebijaksanaan bagi generasi penerus.

“Pemerintah daerah menyadari bahwa lansia adalah aset berharga bangsa. Mereka bukan hanya saksi sejarah, tetapi juga pelaku pembangunan yang telah memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan negara. Wisuda ini menjadi simbol bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya, belajar, dan berkontribusi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan lansia melalui berbagai program, mulai dari layanan kesehatan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan komunitas lansia agar tetap aktif, sehat, dan bahagia. Upaya itu sejalan dengan visi daerah untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif, sejahtera, dan berdaya saing.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bergandengan tangan memberikan perhatian dan kasih sayang kepada para lansia. Menghormati dan menyayangi lansia bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga bagian dari menjaga jati diri bangsa yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan gotong royong,” pungkasnya. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *