Perjuangan Masyarakat di Tapal Batas Belum Usai, ASBS dan FPWK Tuntut Legalitas Izin PT. Dinamika Selaras Jaya

Perjuangan masyarakat

UTAMA3008 Dilihat

BENGKULU SELATAN / SEMAKU.net –  Sejak beberapa hari ini situasi di tapal batas antara Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) dan Kaur, tepatnya di Kecamatan Kedurang semakin memanas. Kamis, 09/01/2024.

Puluhan anggota Aliansi Selamatkan Bengkulu Selatan (ASBS) yang dipimpin Herman Lufti dan Forum Peduli Wilayah Kedurang (FPWK) di ketuai Mawardin, bersama ratusan warga Bengkulu Selatan, memblokir akses jalan menuju PT. Dinamika Selaras Jaya (DSJ).

Aksi ini dipicu oleh tuntutan masyarakat yang meminta PT. DSJ menunjukkan dokumen legalitas dan izin resmi operasional perusahaan selama 17 tahun beroperasi sejak 2007, PT. DSJ diduga tidak memiliki Hak Guna Usaha (HGU) yang jelas dan izin usaha yang lengkap.

Negosiasi antara warga dan pihak Pemerintah Kabupaten Kaur berlangsung alot. Disisi lain, aparat Kepolisian dan Brimob Kaur dikerahkan untuk membuka blokade yang dibuat oleh warga. Aparat berhasil membuka penghadang jalan. Namun, tindakan ini dinilai masyarakat sebagai bentuk intimidasi.

“Kenapa aparat negara bertindak seolah membela perusahaan? Ada apa di balik PT Dinamika Selaras Jaya ini?” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang mendapatkan keuntungan dari perusahaan semakin menguat di kalangan warga.

Herman Lufti dan Mawardin mendesak Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera menyelesaikan konflik ini. Mereka menilai, selama bertahun-tahun PT. DSJ diduga merugikan negara, merampas tanah masyarakat, dan tidak memenuhi kewajiban membangun plasma untuk kesejahteraan warga sekitar.

Masyarakat Bengkulu Selatan berharap, persoalan ini tidak berlarut-larut dan pihak terkait segera mengambil tindakan tegas.

“Kami ingin keadilan dan hak atas tanah kami dikembalikan,” pungkas Herman Lufti.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *