MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Banjir telah menjadi musibah yang kerap melanda wilayah-wilayah di Indonesia, termasuk Di beberapa titik dalam wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, salah’ satu nya di kabupaten Murung Raya. Kamis, 21/08/2025.
Namun, di tengah Bencana alam Ini PLT SEKDA Kabupaten Murung Raya,
Drs. Sarwo Mintarjo, Berharap kesedihan dan kerugian yang dialami oleh banyak warga ditimbulkan oleh banjir, yang Sudah kesekian kalinya Menimpa warga dalam akhir akhir ini.
Namun dibalik musibah ini juga bisa kita ambil Khidmah nya di mana muncul nya semangat gotong royong dari masyarakat saling bahu-membahu bantu membantu dan untuk menanggulangi bencana kali ini gerakan masyarakat terlihat lebih cepat dan tepat waktu Tim personil dari badan penanggulangan bencana sedang dalam perjalanan sementara bantuan dari masyarakat setempat sudah tiba hal seperti ini yang patut diapresiasi.” Tutur nya.
“Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Murung Raya, Drs. Sarwo Mintarjo, juga menambahkan Sebagai wujud Rasa Peduli terhadap sesama dah hal ini kami sampaikan menurut dari Pantauan kami Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya dan juga dari hasil pantauan pihak wartawan yang sedang memantau kondisi Air.
Sangat jelas terlihat Bahwa Masyarakat tidak hanya tinggal diam ketika banjir melanda, melainkan segera bergerak bersama-sama untuk mengatasi masalah dan saling membantu antar warga yang terdampak banjir sebagai upaya penyelamatan jiwa’ dan juga mengevakuasi barang milik tetangga nya, oleh karena itu.
Atas Nama Pemerintah Daerah Saya mengapresiasi upaya masyarakat Dalam semangat Bersatu untuk Berkarya, Peduli Banjir Sebagai Wujud Gotong Royong.
Banjir terjadi di beberapa tempat dalam wilayah kabupaten Murung Raya, 1. Banjir bandang yang diakibatkan tingginya Curah hujan hingga menenggelamkan beberapa rumah pemukiman penduduk di beberapa Desa’, termasuk jalan dan jembatan juga terendam banjir,
2. Akibat meluap Nya beberapa sungai besar Diantaranya Sungai Barito, Sungai joloi,
sungai Busang,
baik itu penduduk Yang berada di Kabupaten/Kota kecamatan dan desa desa semua dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir susulan dan bisa memastikan tempat pengungsian yang aman, waspada terhadap anak-anak yang dibawah umur.
Pastikan tidak bermain di air karena tidak jarang terjadi di tengah musim hujan dan banjir bisa menyebabkan sungai ber arus keras, kabel kabel dan pastikan juga agar terminal aliran listrik tidak terendam air karena tegangan listrik yang terendam air lebih sangat berbahaya resikonya korsleting yang memiliki jangkauan diatas dari 3 (tiga) hingga 15 menter persegi.
Pada kesempatan ini kami juga menyampaikan terimakasih Apresiasi kepada Seluruh Lapisan masyarakat terutama yang berada dalam kawasan rawan banjir yang sudah bergerak cepat datang tepat waktu untuk saling berbagi dan memberikan pertolongan terhadap pihak yang terdampak banjir hal seperti ini menunjukkan kepedulian dan solidaritas yang sangat luar biasa hingga selayaknya untuk di apresiasi dan teladani sebagai contoh masyarakat yang baik.” Pungkasnya Sarwo Mintarjo.
Disini kami juga menekankan Peran Camat/ Lurah dan Kepala dan BPD serta seluruh aparat Desa Desa kalian semua adalah
Salah satu faktor penting dalam kesuksesan aksi gotong royong ini adalah peran yang harus dilakukan. Dalam menghadapi bencana banjir, bisa turut Ambil bagian terutama untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat dan membantu.
Mengkoordinasikan upaya penanggulangan banjir serta pemberian bantuan bagi korban. Melalui sosialisasi dan koordinasi yang efektif, ajaklah seluruh masyarakat bersatu dalam satu tekad untuk bertahan dan bangkit dari bencana banjir ini.” Tegasnya SEKDA Mura.
Pemerintah wilayah kecamatan dan desa juga berperan aktif dalam mengorganisir dan mendistribusikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan relawan, bantuan dapat segera diperoleh dan disalurkan dengan cepat kepada warga yang terdampak Banjir.
Solidaritas dan Kolaborasi Antar Warga
Istilah gotong royong sangat melekat dalam budaya masyarakat Indonesia, dan Kabupaten Murung Raya ini adalah salah satu contoh nyata dari semangat gotong royong itu sendiri. Ketika banjir melanda, warga desa saling membantu dalam membersihkan rumah, mencari tempat penampungan sementara, dan menyalurkan bantuan logistik kepada mereka yang membutuhkan dan harapan kami dan kita semua dimana pemerintah Kecamatan dan Desa’ bisa hadir pada detik-detik yang dibutuhkan.
Para pemuda desa juga diharapkan dapat berperan dalam membantu proses evakuasi dan pendistribusian bantuan. Mereka adalah para generasi penerus yang Tanpa mengenal lelah, berbagi tugas, dan saling menguatkan satu sama lain dalam menghadapi kesulitan akibat banjir.
“Peran Pendidikan dalam Penanggulangan Banjir, Di tengah bencana banjir, penting untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat tentang tindakan pencegahan, evakuasi, dan pemulihan pascabanjir. Hal ini dapat dilakukan melalui program edukasi dan sosialisasi yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa, dan pihak terkait.”tutupnya.
Pendidikan juga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang peduli dan siap menghadapi bencana. Dengan pendidikan yang baik, generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam melakukan langkah-langkah preventif dan memberikan bantuan pada saat bencana terjadi.
Memupuk Semangat Gotong Royong Untuk Masa Depan Bencana banjir di desa Jambusari dapat dijadikan momentum untuk memupuk semangat gotong royong di tengah masyarakat. Melalui aksi peduli sesama seperti ini, kita dapat melihat betapa pentingnya kerja sama dan saling membantu dalam menghadapi kesulitan.
Semangat “Bersatu untuk Berkarya: Peduli Banjir sebagai Wujud Gotong Royong di Jambusari” harus terus ditanamkan dalam setiap individu dan generasi muda. Dengan begitu, kita akan siap menghadapi bencana apapun dan membangun komunitas yang kuat dan tangguh. [Longking]

