MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Tanggal 12 Mei merupakan tanggal merah libur nasional Hari Raya Waisak 2569 BE. Lantas, apakah tanggal 13 dan 14 Mei libur cuti bersama atau tidak?, Kabupaten murung raya Kalimantan Tengah. Selasa, 13/05/2025.
Sekretaris Daerah Kabupaten Murung Raya, Dr Drs. Hermon, M.si, Menjelaskan Ketentuan libur nasional dan cuti bersama diatur pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025. Setiap kali ada tanggal merah libur nasional, biasanya terdapat jadwal cuti bersama yang mengiringi.” Ujar Hermon.
“Bagi masyarakat yang bertanya tanggal 13 dan 14 Mei libur cuti bersama atau tidak, dapat mengetahui jawabannya dalam penjelasan berikut ini.
Tanggal 13 dan 14 Mei Libur Cuti Bersama.
Mengacu SKB 3 Menteri ditetapkan 12 Mei sebagai libur nasional Hari Raya Waisak, untuk memperingati perayaan suci bagi umat Buddha di seluruh dunia. Setelah tanggal itu, ada satu hari cuti bersama yang mengiringi yakni pada 13 Mei.
“Dalam kesempatan yang berbahagia ini,
SEKDA Mura, Dr Drs. Hermon, M.si, dan segenap keluarga mengucapkan selamat Merayakan hari Waisak bagi saudara kita yang beragama Buddha Hari Raya Waisak termasuk momen penting yang memperingati tiga peristiwa dalam kehidupan Buddha Gautama.
Untuk merayakan ini, umat Buddha akan melakukan ritual, meditasi, dan berdoa selama perayaan berlangsung. Karena itu, pemerintah memberikan kesempatan libur nasional beserta cuti bersama pada tanggal 12 dan 13 Mei agar umat Buddha dapat melakukan ibadah dengan khidmat, “pungkas nya.
Sementara itu, kata Hermon, pada tanggal 14 Mei bukan termasuk cuti bersama Hari Raya Waisak. Artinya, kesempatan libur hanya berlaku pada tanggal 12 dan 13. Masyarakat akan kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa pada tanggal 14 setelah menikmati dua hari libur.
Pada hari Raya Waisak ini Atas nama pribadi dan Atas nama pemerintah daerah, saya mengajak. Kepala semua umat penganut agama lainnya agar semakin meningkatkan toleransi keberagaman dengan saling menghormati dan menghargai maka saya yakin pasti kita Bisa hidup yang harmonis antara satu pemeluk agama dengan pemeluk agama yang lain hidup berdampingan dalam perbedaan itu indah, menciptakan kedamaian dalam situasi yang nyaman bagi semua umat, warna boleh berbeda tetapi tetap tumbuh subur dalam satu rumpun Bangsa NKRI harga mati. Tutup nya. [Longking]

