Tak kuat menanjak gunung truk jenis izuzu puso, bermuatan tons,
Bahan Besi, terhalang di pertengahan bukit konut, kecamatan Tanah siang, kabupaten Murung Raya. Selasa, 30/01/2024.
“Sopir truk puso Bapak Dani, yang berasal dari Kalimantan Selatan,
saat menyampaikan kepada salah satu warga,yang saat itu sedang membawa keluarganya melintas dengan sangat cemas, sehingga perlahan untuk singgah sejenak guna untuk memastikan kalau kondisi jalan yang hendak ia lewati benar’ benar dalam keadaan aman, “jelasnya Sopir.
Dani, menjelaskan kalau Truk yang bermuatan besi peralatan jembatan ini, sudah 4 (empat) hari ini, terhalang di jalan namun tetap dalam keadaan yang stabil dan tidak terbalik masih dalam keadaan aman aman, hanya saja mundur sedikit ke arah jalan samping kiri naik tanjakan, Karena di sebabkan oleh tidak kuatnya untuk menanjak gunung, adapun material jembatan ini,
kami bawa dari Banjarmasin Kalsel yang bertujuan ke laas seribu riam,
Yang berangkat pun kami dan 5 (lima) buah truk Isuzu Poso lainnya, yang saat ini mereka, sudah sampai tujuan dan bahkan diantaranya sudah ada,
yang turun ke Banjarmasin tadi malam, cuma saya sendiri yang tersisa berposisi di belakang,yang sampai hari ini masih menunggu bantuan alat berat yang kiranya, mampu untuk membantu mendorong maupun menarik, truk yang bermuatan berat yang saya kendarai sendiri ini, Agar bisa naik ke atas bukit ini, “ujarnya Dani.
Dan saya sendiri merasa ada hal,
yang sangat aneh,(misterius ) saat saya pertama kalinya memasuki kawasan ini,
padahal ada banyak gunung tanjakan yang panjang dan cukup tinggi sebelum ini, tetapi tidak pernah ada hambatan sama sekali saat saya melintas dari Kalimantan Selatan sana,
contohnya, baru disini Truk yang saya kendarai tiba tiba tenaganya hampir menghilang hingga sampai tidak mampu menanjak gunung, padahal menurut saya gunung ini sederhana saja,
bila di bandingkan dengan beberapa gunung tanjakan lainnya,
dan saya sendiri benar benar merasakan bahwa adanya satu keanehan saat memasuki area ini,
dan saat ini sebenarnya saya pun, sangat keadaan terpaksa saja,
untuk tetap bertahan di disini,
karena di tuntut oleh rasa tanggung jawab untuk menjaga barang-barang yang saya bawa dan hal terpenting menghidupkan mesin dan memberikan isyarat lampu agar pihak pengguna jalan lainnya juga bisa memantau dari jarak jauh, bahwa di pertengahan bukit konut ini, ada Unit besar yang sedangkan terhalangi ,”tutupnya Dani. [Muslim]

