Tari Giring-Giring, Simbol Persatuan dan Syukur Masyarakat Dayak Ma’anyan

Kegiatan budaya

HIBURAN5356 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Tari Giring-Giring memang merupakan tarian tradisional Suku Dayak Ma’anyan di Provinsi Kalimantan Tengah yang kaya akan makna dan nilai budaya. Selasa, 23/09/2025.

Tarian ini digunakan sebagai simbol pemersatu antara satu warga dengan yang lainnya, serta sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan dan kegembiraan.


Tarian ini awalnya dilakukan dalam upacara adat sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen dan doa untuk keselamatan serta keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Tari Giring-Giring juga menggambarkan masyarakat desa yang bersuka cita bersama-sama untuk menyambut kehadiran para pejuang suku Dayak yang baru datang kembali dari medan peperangan.


Penari menghentakkan tongkat ke lantai dan menggoyangkan bambu untuk menghasilkan suara unik.
Alat musik yang digunakan terdiri dari gendang, gong, dan seperangkat kenong (yang berjumlah 5 buah).
Penari laki-laki dan perempuan menari bersama dengan gerakan serasi dan ritme musik.

Busana penari perempuan terdiri dari baju adat suku Dayak dengan atasan lengan pendek dan bawahan semacam rok selutut, dengan warna dominan hitam dan merah.
Penari laki-laki mengenakan baju atasan semacam rompi dari bahan kulit kayu dan bawahan berbentuk celana dengan warna dominan hitam.


Properti yang digunakan adalah tongkat giring-giring dan batang bambu kecil yang diisi dengan biji-bijian untuk menghasilkan suara ritmis.

Longking, seorang pengabdi sejarah dan wartawan pers yang juga terkait dengan media online Suara Akar Rumput, menyebutkan bahwa Tari Giring-Giring telah mendapatkan pengakuan internasional dengan tampil di Dubnica International Folklore Festival Slovakia pada tahun 2009.

Tarian ini juga mendapatkan piagam penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) pada tahun 2013 karena memecahkan rekor dengan peserta sebanyak 3.944 orang. Ini menunjukkan bahwa Tari Giring-Giring menjadi simbol kebanggaan budaya Dayak dan kekayaan warisan Indonesia. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *