Titik Nol Pembangunan dan Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa Tanjung Agung Berjalan Lancar

Kegiatan pemerintah desa

DESA MEMBANGUN698 Dilihat

BENGKULU, KAUR / SEMAKU.net – Pemerintah Desa Tanjung Agung, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, melaksanakan kegiatan titik nol pembangunan dan pemeliharaan prasarana jalan desa yang didanai melalui Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026. Kamis, 09/07/2026.

Kegiatan tersebut berlangsung lancar dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembersihan saluran drainase, selokan, serta plat duiker sebagai upaya meningkatkan fungsi infrastruktur jalan desa sekaligus memperlancar aliran air.

Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), masyarakat setempat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Kepala Desa Tanjung Agung, Herlen Sumarni, S.Pd., mengatakan bahwa pemeliharaan prasarana jalan desa merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan masyarakat.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah agar saat curah hujan tinggi, air tidak lagi menggenangi jalan maupun masuk ke rumah-rumah warga.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah pencegahan banjir, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengurangi risiko munculnya berbagai penyakit akibat genangan air,” ujar Herlen.

Ia menjelaskan, selama ini banyak saluran air di Desa Tanjung Agung yang tersumbat akibat timbunan tanah, sampah, dan limbah rumah tangga. Karena itu, pemerintah desa melakukan pembersihan secara menyeluruh agar aliran air kembali lancar.

Herlen juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran drainase.

Menurutnya, kepedulian masyarakat sangat penting untuk mencegah penyumbatan saluran air dan menghindari berkembangnya nyamuk penyebab penyakit, seperti demam berdarah.

Kegiatan pembangunan dan pemeliharaan prasarana jalan desa tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat yang disampaikan dalam Musyawarah Desa (Musdes) Tahun 2025.

Usulan itu diprioritaskan karena dinilai sangat penting untuk mengatasi genangan air, memperlancar sistem drainase, serta meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, kegiatan pembangunan dan pemeliharaan prasarana jalan Desa Tanjung Agung masih berlangsung dengan tertib, aman, dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. [Thomas]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *