Wakil Ketua Komisi II DPRD Murung Raya H. Johansyah: Prestasi Seni dan Kearifan Lokal Harus Berdaya Saing

Kegiatan pemerintah

UTAMA9816 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, S.E., M.I.P., menegaskan bahwa prestasi dalam dunia seni merupakan salah satu wujud nyata kearifan lokal yang harus terus dikembangkan agar memiliki daya tarik dan daya saing yang menantang di era modern. Kamis, 22/10/2026.

Menurutnya, seni bukan sekadar hiburan, melainkan identitas, jati diri, dan kekuatan ekonomi kreatif suatu daerah yang jika dikelola dengan serius akan mampu menjadi kebanggaan sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.

“Prestasi dalam dunia seni merupakan satu kearifan lokal yang harus kita jaga, kita bina, dan harus memiliki daya tarik serta daya saing yang menantang. Seni Murung Raya tidak boleh hanya jalan di tempat,” ujar H. Johansyah.

Ia menekankan pentingnya keberanian generasi muda Murung Raya untuk tidak hanya menjadi penonton di tengah arus modernisasi dan globalisasi, tetapi harus berani tampil sebagai pemeran utama yang membawa perubahan.

“Pastikan kehadiran kita di era modernisasi ini bukan cuma tampil sebagai penonton, melainkan kita adalah pemeran yang berani tampil beda atas pemikiran dan ide cemerlang kita sendiri, bukan memetik dari hasil karya orang lain. Kita harus orisinal, kreatif, dan berani menunjukkan karya kita sendiri,” tegas H. Johansyah.

Lebih lanjut, politisi yang dikenal dekat dengan kalangan pemuda ini menyampaikan bahwa peran para tokoh masyarakat dalam memberikan semangat dan motivasi bagi pemuda-pemudi sebagai generasi penerus pembangunan daerah sangatlah penting dan tidak bisa diabaikan.

Ia juga mengusulkan sebuah gagasan strategis untuk pemerataan prestasi di seluruh wilayah Murung Raya.

“Mengingat setiap daerah memiliki potensi yang luar biasa, sudah seharusnya setiap desa memiliki minimal 3 siswa terbaik dalam 1 desa dalam 1 tahun, baik itu di bidang seni, budaya, olahraga, maupun akademik. Ini penting untuk memetakan dan melahirkan bibit-bibit unggul dari akar rumput,” jelasnya.

Dengan adanya target minimal tersebut, diharapkan tidak ada lagi desa yang tertinggal dan semua pemuda di pelosok Murung Raya memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan mengharumkan nama desanya masing-masing.

“Jika setiap desa mampu melahirkan 3 siswa terbaik setiap tahunnya, maka dalam beberapa tahun ke depan Murung Raya akan memiliki ratusan generasi emas yang siap bersaing di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional. Inilah investasi jangka panjang untuk pembangunan daerah,” pungkas H. Johansyah. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *