MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Warga Desa Dirung Bakung, Kecamatan Tanah Siang, mendesak Pemerintah Kabupaten Murung Raya untuk segera melanjutkan pembangunan jembatan penghubung antarwilayah. Sabtu, 11/04/2026.
Pasalnya, jembatan darurat yang saat ini digunakan sebagai akses sementara dinilai tidak layak dan membahayakan keselamatan pengguna.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa hingga kini belum terlihat tindak lanjut dari pemerintah maupun instansi terkait.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat yang menjadi terhambat.
“Seandainya kami mengetahui sejak awal bahwa pembangunan jembatan ini akan terbengkalai, kami sebagai masyarakat tentu tidak akan mengizinkan pihak rekanan membongkar jembatan lama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut tidak hanya digunakan oleh warga Desa Dirung Bakung, tetapi juga menjadi jalur penghubung bagi beberapa desa di Kecamatan Tanah Siang.
Kondisi jembatan darurat yang tidak memadai menyebabkan distribusi barang, hasil pertanian, serta mobilitas warga terganggu, terutama saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat.
Menurut warga, keberadaan jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai urat nadi perekonomian dan interaksi sosial antarwilayah.
Oleh karena itu, keterlambatan pembangunan dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serta memperlambat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Setiap hari kami merasa waswas saat melintasi jembatan darurat ini. Ini menyangkut keselamatan banyak orang,” tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Murung Raya dapat segera mengambil langkah konkret untuk melanjutkan dan menuntaskan pembangunan jembatan tersebut.
Mereka meminta agar proyek ini menjadi prioritas, mengingat pentingnya akses tersebut bagi kehidupan masyarakat.
“Harapan kami, pemerintah segera menunjukkan kepedulian nyata.
Jembatan ini sangat penting bagi hajat hidup masyarakat di Bumi Tana Malai Tolung Lingu,” pungkasnya.
Reporter: Suara Akar Rumput
Warga Desa Dirung Bakung Desak Percepatan Pembangunan Jembatan Penghubung, Akses Darurat Dinilai Rawan
Kegiatan pemerintah

