Warga Kota Bumi Kecamatan Pino Keluhkan Jembatan Putus Yang Tak Kunjung di Perbaiki

DESA MEMBANGUN, UTAMA466 Dilihat

BENGKULU SELATAN/SEMAKU.net- Warga masyarakat desa Kota Bumi Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu, keluhkan kondisi infrastruktur jalan yang rusak dan jembatan yang putus menuju desa mereka yang tidak pernah kunjung dapat terbangun. Jum’at,10/06/2022.

Sudah lebih kurang 3 (tiga) tahun jembatan itu putus akibat banjir, dan sudah berulangkali di laporkan dan dipermohonkan kepada pemerintah, baik pemerintah di kecamatan, maupun kabupaten, namun belum ada tindak lanjutnya.

Jembatan ini merupakan penghubung kedua desa (dusun Suka Nanti dan desa Kota Bumi), sehingga masyarakat dusun Suka Nanti kalau ingin berurusan ke pemerintah Desa harus menempuh jalan keliling melewati desa lain dengan jarak tempuh yang lebih jauh, dan keadaan jalan juga rusak parah sehingga sering terjadi kecelakan.

Masyarakat sudah sangat menunggu perbaikan jembatan ini karena satu-satunya akses transportasi penghubung dua desa dan menuju perkebunan, sawah mereka.

Berdasarkan konfirmasi awak media Semaku.net dengan kepala Desa Kota Bumi Wiwin mengatakan “ya sudah tiga tahun ini jembatan itu putus akibat banjir sehingga sulitnya interaksi penduduk antara dusun suka nanti dan Desa Kota Bumi , dan pernah juga terjadi masyarakat menyebrang sungai untuk menuju ladang mereka.”ungkap wiwin.

“….bahkan sudah kami usulkan proposal setiap tahun kepada pemerintah daerah tapi belum ada tenggapan sampai saat ini”.lanjutnya

Salah satu warga Ilistri yang juga pernah mengalami korban jalan rusak tersebut mengungkapan “…terisolirnya desa kami ini saya sangat kecewa dengan pemerintah, sehingga kami tidak percaya lagi dengan janji manis mereka saat pilkada, tidak pernah ditepati, sehingga kedepannya masyarakat kami sepakat untuk tidak akan mengikuti pemilihan pilkada lagi kalau jalan dan jembatan desa kami tidak segera di bangun.”keluhnya

Ungkapan harapan masyarakat agar jalan dan jembatan penghubung desa itu dapat dibangun sesegera mungkin, karena satu-satunya akses menuju wilayah mereka. [dya]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *