Sejarah Asal usul Sebelum Berdirinya Desa Tumbang Masao

Sejarah desa

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Sejarah Asal usul Sebelum berdirinya Desa tumbang Masao, Kecamatan Sumber Barito,
Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Sabtu, 10/05/2025.

DUSUN, NYARUNG UHING, Awal mula nya bertempat, di pinggir sungai Barito, Dengan nama yang berkaitan dengan Cerita sejarah Kayau penyabung,
Di ceritakan oleh tokoh desa setempat, Zidan, (alm) Tokoh Masyarakat desa’ yang berusia 170 tahun.


Di ceritakannya pada pada tahun. 1915 ada sebuah tragedi sengitnya perang berdarah terjadi antara Dayak Sungai Barito, Kalimantan Tengah dengan Dayak penyabung dari sungai Mahakam Kalimantan Timur,

Sedangkan menurut cerita dari (alm) kepada penulis pada 4 tahun lalu.
Nama Dusun NYARUNG UHING, tersebut Diambil dari perestiwa sejarah Rumah Betang,

Rumah penampungan masyarakat Dayak Barito, yang asal mula penduduk nya berasal dari Dayak Murung, Yang memiliki keyakinan Hindu (kaharingan) Betang di dirikan secara gotong royong namun bertiang tunggal, dimana tiang tersebut Di Rancang dan dibuat oleh Timanggung SILAM, dan Timanggung UNDUI, sebagai Ranjau dari kayu Ulin yang kuat dan juga dipasang berbagai jebakan di bungkus dengan kulit kayu uring(UHING) yang tidak mencurigakan lawan bagi lawan yang nekat menerobos masuk melalui tiang tersebut, akan terkena Jebakan yang di bungkus dengan kulit kayu uhing yang tajam dan runcing di tancapkan pada tiang rumah Betang tersebut, Dari situlah kampung ini awalnya di berikan oleh Timanggung SILAM dengan Nama (NYARUNG UHING)

Timanggung SILAM Timanggung UNDUI dan Timanggung SURAPATI, bekerjasama dengan semua pihak pasca membentengi Area Barito, dari serangan lawan disamping Memiliki kesaktian namun ada banyak taktik yang di andalkan termasuk menutup setiap jalan masuk dari luar daerah dengan memasang berbagai jebakan baik dari sungga yang terbuat dari bambu Runcing namun ada banyak lagi upaya lainnya, ” kata Zidan (alm) 12/10/2021,

pada saat perang berkecamuk maka Masyarakat Juga meminta pertolongan dari tokoh Dayak Kalimantan Tengah yang berada di Marabahan hingga di kirimkan urusan dari raja Marabahan ke das Barito Yakni
TANDOM dan TUNGEH,

Setelah perestiwa pahit yang dialami oleh warga Dayak Barito berakhir dengan sebuah kemenangan hingga Dayak penyabung dan Dayak Kenyah mau menandatangani surat perdamaian batu ayau tempat pertemuan Kayau, resmi menjadi perbatasan Sungai Barito dan Sungai Mahakam,
maka dari sejak itu seluruh masyarakat yang berada di dalam Satu Rumah Betang pun, disarankan untuk pindah dan segera mendirikan kampung halamannya masing-masing, sebelum lahan dan hutan di masukin oleh pihak dari luar daerah yang ingin menguasai das Barito,

Dan mendirikan sebuah desa yang tidak jauh dari bantaran sungai Barito, Karena mengingat cuma das Barito satu satunya jalur transportasi masyarakat, Atar desa untuk bersilaturahmi,

Sejak berdirinya Desa tumbang Masao,
1. Pada tahun 1930 di pimpin oleh kepala dukuh Yang bernama, KUMPANG,
Selama 15 tahun, Dan
2.pada tahun 1946. Desa tumbang Masao, di pimpin oleh kepala dusun, yang bernama, Talib,
3.Pada tahun 1956.
Desa tumbang Masao,
Di pimpin oleh, kepala desa,
Mosan, Kamis, Dan
4.pada 1980. Desa tumbang masao di pimpin oleh Kades, Masrani,
5. Pada 1990 desa tumbang Masao, dipimpin oleh, kades, Bathel Y.Matan,
Dan
6. pada 1995. Desa tumbang masao dipimpin oleh kades, Nurdiansyah,EF,
Selanjutnya,
7. pada tahun 2000 desa tumbang Masao, dipimpin oleh Kades, Sudin.A.
Dan 2015-2020. Desa tumbang Masao, Dipimpin oleh Kades, Rahmadi,
Dan
8. pada tahun 2022 Desa tumbang Masao kembali dipimpin oleh Sudin.A.

Desa tumbang masao, yang juga memiliki wilayah terluas di seluruh desa das Barito,
khususnya dalam wilayah kecamatan Sumber Barito, sebelah.
1. Utara berbatasan dengan Desa batu makap. Yang awal mulanya Tanah hibah Desa’ tumbang Masao Kec, Sumber Barito,
2. Selatan’ berbatasan dengan Desa kalapeh baru, tempat sungai tambangan doho,
3.Barat berbatasan Desa manyarung kecamatan Kapuas, kab, gunung Mas, tempat nya gunung binyawang berbatasan sungai,
4.Timur berbatasan dengan hulu sungai osom kecil, sungai yang bermuara di desa kalapeh baru.

“Dan alm juga meminta maaf seandainya dalam cerita sejarah tersebut ada terdapat kekurangan dan kekeliruan harap bisa di ma’lum, saya udah usia diatas ratusan tahun ingatan pun sudah mulai memudar, untuk lebih jelas pihak penulis di minta lebih banyak bertanya itu lebih baik terutama kepada tokoh masyarakat yang masih ingat sejarah awal mula desa namun yang masih jelas saya ingat itu cuma satu, Yakni dari tahun 1930 hingga saat ini jalan antar kecamatan antar desa’ kita masih belum di bangun oleh pihak pemerintah,” ujar Alm. Kepada penulis. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *