Tindakan Anarkis Nyaris Terjadi Oleh Oknum Karyawan Kiriman Pada Orasi Damai Di PT HPU

Nyaris terjadi

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Karyawan lokal dan serikat buruh tengah melakukan aksi demo damai, Menuntut keadilan,
berlangsung di PT HPU, Harmoni panca utama, kecamatan laung tuhup kabupaten Murung Raya.
Sabtu, 29/ 07/2023.


Menurut informasi yang kami terima melalui chatting WhatsApp,
dari salah satu warga  berinisial (SPNR)
Yang saat itu beliau berada di TKP, menyampaikan , kalau
Demo damai yang berlangsung (KSBSI) di PT HPU. Job site SAB, ini
Tuai ,kencaman Anggota Serikat buruh,
Yang di karenakan cara penyambutan
Dari pihak subtend (eka) yang di duga nyaris berbuat anarkis terhadap ketua Serikat Junaidi l gaol. tengah menyampaikan orasi.

Pihak buruh kariawan lokal menuntut keadilan kepada pihak-pihak pimpinan PT HPU, yang mana selama ini pihak PT HPU sudah di anggap tidak Adil untuk memperlakukan kariawan menurut buruh kariawan lokal , setempat,
yang di sebabkan lebih mengutamakan kariawan kiriman daripada putra daerah, setempat , maka oleh sebab itulah sebagai putra dan putri daerah setempat kami juga ingin mendapatkan kesempatan untuk menikmati hasil alam tanah Air yang kami cintai walaupun itu cuma sebagai kariawan lokal,
Dan satu syarat yang kami ajukan kepada pihak PT manapun yang tengah beroperasi di atas tanah air wilayah kami, agar bisa di tanggapi.

Sebagai masyarakat kami tegaskan Agar bisa berlaku adil terhadap kami sebagaimana, yang selama ini sebagai putra dan putri daerah sudah Sangat menghargai dan menghormati antar sesama, tidak terkecoali darimana asal mula kedatangan mereka.

Pesan pahit kami, Jangan coba coba ingin melakukan tindakan-tindakan anarkis, terhadap putra daerah setempat, demi kelancaran dan keamanan yang kondusif baik pada tingkat masyarakat setempat ataupun demi kesejahteraan perusahaan yang tengah beroperasi di sekitar lingkungan desa’tersebut,
,,Oleh sebap’ itu kami juga berharap kepada pihak-pihak terkait pimpinan perusahaan, segera memberhentikan nonaktifkan memberi (PHK) terhadap oknum-oknum kariawan yang kiranya bisa memicu konflik antara pihak masyarakat kariawan lokal, dan pihak perusahaan, dan pesan terakhir dari kami perlakuan kami putra dan putri daerah dengan cara yang seadil adilnya dari pihak perusahaan yang tengah beroperasi di sekitar wilayah Desa kami tutupnya bapak (SPNR).
[L.M.E.]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *