Mampalampang Sejarah Adat Melestarikan Budaya Kabupaten Murung Raya

Ayo itah handep manube, disamping dinun lauk are, tradisi manube

SENI BUDAYA471 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Menuba sungai mencari ikan sudah menjadi tradisi bagi warga masyarakat Dayak Kabupaten Murung Raya, dari sejak ratusan tahun yang lalu, Puruk cahu Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah. Selasa, 04/06/2024.

Sebelum ritual dimulai. Masing-masing warga mencari akar tuba di hutan belantara. Kemudian akar tuba itu dikumpulkan dan ditumpuk pada gosong pasir atau batu di hulu sungai, yang akan dituba. Setelah terkumpul, masyarakat bergotong royong memukul akar tuba itu untuk mengeluarkan getah beracunnya.


Karena getahnya racunnya bisa mematikan, untuk proses memukul akar tuba hanya dilakukan oleh yang berusia dewasa.

Setelah akar tubanya remuk, barulah diperas ke dalam perahu atau sampan yang sudah diisi air.


Air perasan akar tuba itu akan tampak berwarna putih. Dan dimasukkan ke dalam sungai setelah diizinkan ketua adat atau kepala suku yang memimpin acara menuba, maka racun’ tuba pun segera ditumpahkan.

Berselang 10 hingga 20 menit, berbagai jenis ikan akan bermunculan. Warga yang sudah menunggu di hilir sungai langsung menangkap dengan peralatan tradisional, seperti tombak. Sebagian memilih menangkap menggunakan tangan kosong.

Tradisi menuba ikan ini ternyata menarik perhatian setiap warga dengan penuh riang gembira mengikuti ritual tersebut.

Pemerintah daerah kabupaten Murung raya,
PJ Bupati Murung Raya, Dr Drs, HERMON, M.SI, mengapresiasi tradisi menuba ini. Dia berharap, tradisi ini tetap dilestarikan, agar tidak punah oleh perkembangan zaman.

Sebab ritual adat ini hanya akan dilakukan saat musim kemarau panjang, sehingga diberikan berkah hujan. Tentunya apa yang dilakukan dalam upacara ini sesuai dengan aturan adat dan tidak melakukan hal-hal yang justru melanggar atau mengganggu.

“Tradisi Ini sudah menjadi tradisi setiap terjadi kemarau panjang, dengan harapan bisa turun hujan. Yang disertai dengan doa dan harapan warga sudah terwujud,” kata bupati.

Seluruh warga bersama-sama memanen ikan yang ada di sekitar sungai di wilayah sungai.
Ritual adat ini juga sebagai upaya menyambung tali silaturahmi dengan masyarakat sekitar.

Bupati pun berharap agar masyarakat kabupaten Murung raya. bersama-sama menjaga warisan budaya tersebut serta melindungi sungai di wilayahnya, karena sungai menjadi salah satu yang menjamin keberlangsungan hidup.

“Kami minta sungai ini dijaga secara baik, supaya yang indah dan berseri ini tidak rusak dan mampu memberikan berkah bagi semua warga,” pungkasnya. [Longking]

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *