MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya menggelar Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana (Sapras) sebagai langkah taktis untuk memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus mengantisipasi dampak fenomena El Nino. Sabtu, 18/04/2026.
Apel gabungan lintas sektor ini menjadi penanda dimulainya status siaga darurat, dengan seluruh unsur ditempatkan pada tingkat kewaspadaan tinggi menjelang puncak musim kemarau.
Urgensi gelar pasukan ini tidak dapat ditawar.
Fenomena El Nino diproyeksikan memicu anomali cuaca berupa kemarau ekstrem, dengan peningkatan suhu permukaan serta penurunan kelembapan udara secara signifikan.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan jumlah titik panas (hotspot) dan mempercepat eskalasi menjadi kebakaran skala luas.
Karena itu, pendekatan early warning dan early action menjadi tulang punggung strategi BPBD dalam memutus potensi bencana sebelum berkembang menjadi krisis kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pemeriksaan kesiapan secara menyeluruh (readiness check).
Seluruh armada kendaraan taktis, unit pompa bertekanan tinggi, selang, nozzle, perlengkapan alat pelindung diri (APD), hingga sistem komunikasi radio dan pusat komando dipastikan dalam kondisi siap siaga.
Protokol mobilisasi cepat juga diuji untuk memastikan waktu respons berada di bawah standar yang ditetapkan.
Penguatan interoperabilitas antarinstansi menjadi fokus utama agar skema incident command system dapat berjalan efektif dan presisi saat operasi lapangan dilaksanakan.
Sinergi pentahelix kembali ditegaskan sebagai kunci keberhasilan. BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan, hingga pemerintah kecamatan dan desa menyatukan langkah dalam satu sistem koordinasi terpadu.
Pendekatan yang diterapkan pun bergeser dari reaktif menjadi preventif, melalui patroli terpadu berbasis data sebaran hotspot, sosialisasi larangan pembukaan lahan dengan cara membakar, serta pengaktifan posko siaga di wilayah rawan. Langkah ini bertujuan menekan dampak ekologis, sosial, dan ekonomi seminimal mungkin.
Kepala BPBD Murung Raya menegaskan bahwa masyarakat merupakan garda terdepan (first responder) dalam upaya pencegahan karhutla.
Edukasi dan pelibatan aktif warga menjadi faktor penentu dalam menurunkan risiko bencana di tengah ancaman El Nino.
Dengan kesiapan aparatur yang solid serta partisipasi publik yang kuat, Murung Raya terus membangun ketangguhan kolektif. Pada akhirnya, resiliensi daerah ditentukan oleh konsistensi langkah, bukan sekadar respons sesaat. [Longking]
BPBD Murung Raya Gelar Pasukan Hadapi Karhutla: Siaga Total Jelang El Nino Murung Raya bersiaga
Kegiatan pemerintah

