H. Rumiadi: Politik Harus Kembali ke Rakyat, Kebersamaan Jadi Kunci Kebijakan Berkeadilan

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Bagi Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rumiadi, S.E., S.H., M.H., politik menemukan maknanya ketika kembali ke rakyat. Sabtu, 18/04/2026.

Dalam sebuah perbincangan hangat, ia menyebut bahwa kebahagiaan paling utuh bukan terletak pada tepuk tangan di podium, melainkan pada momen kebersamaan yang terjalin secara tulus.

Kebersamaan itu hadir di antara sesama penyelenggara negara, serta dalam tradisi hasupa hasundau bersama tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Di ruang yang setara tersebut, suara publik dapat didengar tanpa sekat.

H. Rumiadi memandang kebersamaan sebagai “laboratorium gagasan”. Ketika informasi dibagikan tanpa prasangka, ide bertemu dengan realitas, dan gagasan diuji oleh pengalaman warga, maka kebijakan tidak lagi sebatas pembangunan fisik seperti beton dan aspal.

Dari kebersamaan, lahir keberanian untuk merumuskan terobosan—mulai dari skema perlindungan sosial yang adaptif, tata kelola sumber daya yang berkeadilan, hingga layanan dasar yang menjangkau wilayah terpencil.

“Kebersamaan memberi kita perspektif yang utuh. Dari situlah kebijakan publik dapat disusun lebih adil dan menyentuh kebutuhan nyata,” ujarnya.

Sebagai pemimpin legislatif yang dekat dengan masyarakat, ia menempatkan musyawarah dan gotong royong sebagai etika kerja, bukan sekadar slogan.

Menurutnya, kekuatan sosial Murung Raya terletak pada kemampuan semua pihak untuk duduk bersama tanpa sekat.

Ketika pemerintah, DPRD, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat berdialog terbuka, perbedaan pandangan justru menjadi energi kolektif untuk membangun daerah.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebersamaan yang bermakna harus diikuti dengan tindak lanjut yang disiplin. Setiap aspirasi yang lahir dari forum masyarakat perlu diterjemahkan menjadi program yang terukur, transparan, dan dapat dievaluasi publik.

Dengan begitu, kepercayaan masyarakat tidak berhenti pada kata-kata, tetapi tumbuh dari hasil nyata—seperti sekolah yang layak, puskesmas yang sigap, infrastruktur desa yang fungsional, serta ekonomi lokal yang berkembang.

Menurutnya, kebijakan yang baik adalah kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya di lapangan.

Menutup refleksinya, H. Rumiadi berharap tradisi hasupa hasundau terus dijaga sebagai bagian dari budaya politik yang sehat dan bermartabat.

“Dari kebersamaan yang tulus lahir kebijakan yang bijak. Dan dari kebijakan yang bijak lahir kesejahteraan yang merata,” pungkasnya.

Bagi Murung Raya, kebersamaan bukan sekadar seremoni, melainkan proses berkelanjutan yang menguji dedikasi dan mempertegas makna kepemimpinan. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *