Cegah Dampak Karhutla, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Mura Ernawati Imbau Masyarakat Waspada Kabut Asap

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Murung Raya, Ernawati, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama di tengah kondisi musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Rabu, 23/09/2026.

Ernawati mengatakan, upaya pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Murung Raya turut mengambil bagian dengan menyampaikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta mewaspadai dampak kabut asap.

“Kami dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Murung Raya turut ambil bagian dalam menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Selain itu, kami mengajak masyarakat untuk mengantisipasi berbagai gangguan kesehatan yang dapat timbul akibat kabut asap,” ujar Ernawati.

Menurutnya, kabut asap akibat Karhutla tidak hanya berdampak terhadap kualitas udara, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Paparan asap dapat memicu gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.

“Dampak kabut asap perlu kita waspadai bersama, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia. Karena itu, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara sedang tidak baik,” jelasnya.

Ernawati juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan. Menurutnya, kepedulian dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah meluasnya Karhutla serta menjaga kualitas lingkungan.

Selain itu, masyarakat diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk akibat kabut asap. Menjaga pola hidup sehat, memperbanyak konsumsi air putih, serta memperhatikan kondisi kesehatan juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dampak paparan asap.

“Marilah kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla. Jangan melakukan pembakaran sembarangan karena dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkas Ernawati. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *