Cerita Sejarah Asal Mula Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalteng

Cerita rakyat

SENI BUDAYA3463 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Penduduk Likun Puan karena posisinya sangat strategis yaitu sebagai daerah transit bagimasyarakat Onderdistrict dan pusat pemerintahan.
Seiring dengan keberadaan District Barito Hulu, Pemerintahan Kolonial Belanda mengembangkan pembangunan dari Port (Benteng) menuju ke arah Utara sehingga bergabung dengan perkampungan Likun Puan, terbentuklah sebuah kota kecil yang dikenal dengan nama Puruk Cahu Beriwit, sekarang menjadi Kelurahan Beriwit. Rabu, 29/05/2024.


Kota Puruk Cahu Beriwit selanjutnya diduduki oleh Belanda maka Puruk Cahu Beriwit berkembang ke arah seberang sungai Barito tepatnya di “Datah Sangkai”selanjutnya membentuk sebuah perkampungan sehingga dikenal dengan nama PurukCahu Seberang, sekarang menjadi Kelurahan Puruk Cahu.


Sejak pengembangan pembangunan District Barito Hulu nama perkampungan Likun Puan jarang disebut, bahkan sekarang masyarakat Murung Raya pun tidak banyak yang tahu kalau cikal-bakal Kota Puruk Cahu adalah perkampungan Likun Puan karena masyarakat lebih akrab dengan nama Puruk Cahu.

Demikian asal usul nama Puruk Cahu, kini Puruk Cahu sudah menjadi Ibukota Kabupaten Murung Raya memiliki 10 (sepuluh) Kecamatan, 9 (sembilan) Kelurahandan 116 (seratus enam belas ) Desa. Dengan julukan “Tana Malai Tolung Lingu artinya memiliki tanah yang subur, makmur dan masyarakatnya ramah sehingga selalu menjadi kenangan oleh setiap orang” motto “Tira Tangka Balang artinya Pantang Mundur”, disertakan visi yaitu “Terwujudnya Kabupaten Otonom yang mandiri, Maju dan Sejahtera dengan dukungan kualitas SDM serta potensi SDA yang tersedia dalam lingkungan yang harmonis berdasarkan budaya dan adat istiadat yang dinamis. [Longking]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *