Dina Maulidah Pimpin Apel Siaga Karhutla, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Pencegahan

Kegiatan pemerintah

Berita6022 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Memasuki musim kemarau, kesiapsiagaan menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat. Sabtu,08/08/2026.

Hal tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Apel Siaga Karhutla yang dipimpin langsung oleh Dina Maulidah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman bencana asap.

Apel tersebut diikuti berbagai unsur terkait, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, hingga aparat desa. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan seluruh sumber daya dan personel berada dalam kondisi siap menghadapi kemungkinan terjadinya Karhutla.

Dalam arahannya, Dina Maulidah menekankan bahwa pencegahan dan penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan koordinasi lintas sektor agar setiap potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.

“Penanganan tidak bisa parsial. Saat api muncul, respons harus cepat dan terukur. Karena itu data harus satu, komando harus jelas, dan masyarakat harus menjadi mitra utama kita,” ujar Dina Maulidah.

Perkuat Kesiapan Personel dan Peralatan
Apel siaga juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kesiapan personel, peralatan pemadaman, jalur komunikasi, serta pemetaan wilayah yang memiliki potensi kerawanan Karhutla.

Dina menegaskan, penanganan Karhutla tidak boleh hanya mengandalkan langkah reaktif ketika api sudah membesar. Upaya pencegahan, patroli, pemantauan, dan deteksi dini harus menjadi bagian penting dari pola kerja seluruh unsur yang terlibat.

Menurutnya, semakin cepat potensi kebakaran diketahui, semakin besar pula peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Perkuat Data, Desa Tangguh, dan Kesiapan Logistik

Dalam penguatan penanganan Karhutla, terdapat sejumlah hal yang menjadi perhatian, di antaranya integrasi data dan koordinasi komando, penguatan peran pemerintah desa serta masyarakat, dan kesiapan logistik pemadaman.

Integrasi data diperlukan agar seluruh unsur memiliki informasi yang sama mengenai wilayah rawan, titik panas, maupun perkembangan kondisi di lapangan. Dengan demikian, langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat tanpa terjadi tumpang tindih.

Di tingkat desa, pemerintah bersama masyarakat diharapkan menjadi garda terdepan dalam melakukan pencegahan. Patroli rutin, edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan, serta pelaporan secara cepat apabila menemukan potensi kebakaran menjadi bagian penting dalam memutus rantai Karhutla.

Selain itu, kesiapan posko, armada pemadam, peralatan pendukung, serta sumber air di wilayah rawan juga harus dipastikan sebelum terjadi kebakaran.

Sosialisasi kepada masyarakat turut diperkuat, terutama mengenai larangan dan bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

Upaya pencegahan juga dapat dilakukan melalui pembuatan sekat bakar pada lahan yang memiliki risiko merambatnya api ke kawasan hutan maupun permukiman.

Jaga Lingkungan dan Lindungi Masyarakat
Dina Maulidah menilai, Karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran, tetapi memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Asap akibat kebakaran dapat mengganggu kesehatan, aktivitas pendidikan dan ekonomi, serta berdampak terhadap lingkungan.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan memiliki kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk mencegah terjadinya Karhutla.

“Mari kita jadikan apel ini sebagai penanda komitmen bersama. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa menjaga Kalimantan Tengah tetap hijau, produktif, dan bebas dari bencana asap,” pungkasnya.

Pelaksanaan Apel Siaga Karhutla tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, aparat keamanan, petugas pemadam, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat.

Dengan kesiapsiagaan yang kuat, koordinasi yang terpadu, serta partisipasi aktif masyarakat, potensi Karhutla diharapkan dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin demi menjaga lingkungan serta keselamatan masyarakat. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *